OJK: Pasar Modal Indonesia Bangkit Lebih Cepat dari Malaysia dan Filipina
Selasa, 23 Maret 2021 | 13:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia tahun 2020 lalu, Pasar Modal Indonesia berhasil bangkit lebih baik dibandingkan pasar modal lainnya di Asia Tenggara.
Di kuartal I-2020 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok ke titik terendahnya dalam setahun terakhir yaitu 3.937,6 pada 24 Maret 2020. Kini, IHSG kokoh di kisaran 6.301, pada penutupan 23 Maret 2021, atau naik 60%.
"Pada 15 Maret 2021 kemarin, IHSG sudah kembali menguat dan berada pada posisi 6.324,25 poin atau naik sebesar 5,8% dibandingkan per 30 Desember 2020 yang hanya mencapai 5.979,07 poin. Kondisi IHSG ini masih cukup baik, jika dibandingkan dengan peer country kita seperti Malaysia dan Filipina yang secara year to date masih mencatatkan minus masing-masing sebesar -0,4% dan -8,2%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen dalam keterangan persnya hari ini, Selasa (23/3/2021).

Kapitalisasi pasar modal juga naik dari Rp 6.968,9 triliun di akhir Desember 2020 menjadi Rp 7.401,5 triliun per 15 Maret. Penawaran umum selama 2021 tercatat 27 emisi (saham, obligasi, dan sukuk) sebesar Rp 30,53 triliun. Sedangkan jumlah investor ritel naik dari 3,88 juta di akhir 2020 menjadi 4,51 juta per akhir Februari 2021.
"Berbagai capaian tersebut, semakin memberikan optimisme bahwa Pasar Modal Indonesia telah bergerak ke arah yang positif, dan menjadi tempat yang menarik bagi para investor baik lokal maupun global untuk berinvestasi," tutup Hoesen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




