Sebelum FAO Peringati Krisis Pangan, RI Klaim Sudah Antisipasi
Jumat, 5 Oktober 2012 | 14:34 WIB
Mentan mengklaim, Indonesia masih aman dari krisis pangan.
Menteri Pertanian Suswono mengklaim, pemerintah sudah mempersiapkan guna mengantisipasi krisis pangan, jauh sebelum Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyatakan Indonesia akan kekurangan pangan.
"Bahkan sebelum utusan FAO menyatakan dunia belum krisis pangan, namun FAO mengingatkan ancaman krisis pangan benar adanya," kata Suswono usai pembukaan pertemuan lanjutan D-8 bidang ketahanan pangan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/10).
Mentan mengklaim, Indonesia masih aman dari krisis pangan. Meski demikian, dia menghimbau semua pihak waspada, termasuk memanfaatkan pekarangan untuk tanaman pengan.
"Kemtan punya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga," kata dia.
FAO kata Suswono, telah mengingat seluruh negara di dunia terutama negara berkembang untuk menyiapkan diri agar tidak terjebak pada krisis pangan.
"Salah satu penyebab tingginya harga pangan dunia, karena pangan yang bisa dikonsumsi manusia dialihkan ke energi atau pakan ternak, sehingga trennya harga pangan naik terus," ujarnya.
Pertemuan lanjutan D-8 itu digelar Rabu (3/10) dan berakhir Jumat (5/10) malam. Hari pertama diawali dengan kelompok diskusi (working group), yang dilanjutkan dengan pertemuan level pejabat tinggi, dan menteri.
Pertemuan D-8 yang digelar di Lombok itu merupakan kegiatan ketiga setelah pertemuan pertama di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2009, kemudian pertemuan kedua di Teheran, Iran, pada 2011.
Pesertanya dari delapan negara berkembang, yakni Iran, Pakistan, Malaysia, Nigeria, Mesir, Bangladesh, Turki, dan Indonesia.
Menteri Pertanian Suswono mengklaim, pemerintah sudah mempersiapkan guna mengantisipasi krisis pangan, jauh sebelum Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyatakan Indonesia akan kekurangan pangan.
"Bahkan sebelum utusan FAO menyatakan dunia belum krisis pangan, namun FAO mengingatkan ancaman krisis pangan benar adanya," kata Suswono usai pembukaan pertemuan lanjutan D-8 bidang ketahanan pangan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/10).
Mentan mengklaim, Indonesia masih aman dari krisis pangan. Meski demikian, dia menghimbau semua pihak waspada, termasuk memanfaatkan pekarangan untuk tanaman pengan.
"Kemtan punya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga," kata dia.
FAO kata Suswono, telah mengingat seluruh negara di dunia terutama negara berkembang untuk menyiapkan diri agar tidak terjebak pada krisis pangan.
"Salah satu penyebab tingginya harga pangan dunia, karena pangan yang bisa dikonsumsi manusia dialihkan ke energi atau pakan ternak, sehingga trennya harga pangan naik terus," ujarnya.
Pertemuan lanjutan D-8 itu digelar Rabu (3/10) dan berakhir Jumat (5/10) malam. Hari pertama diawali dengan kelompok diskusi (working group), yang dilanjutkan dengan pertemuan level pejabat tinggi, dan menteri.
Pertemuan D-8 yang digelar di Lombok itu merupakan kegiatan ketiga setelah pertemuan pertama di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2009, kemudian pertemuan kedua di Teheran, Iran, pada 2011.
Pesertanya dari delapan negara berkembang, yakni Iran, Pakistan, Malaysia, Nigeria, Mesir, Bangladesh, Turki, dan Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




