Elektrifikasi Rel Ganda Bekasi-Cikarang Segera Dibangun
Rabu, 10 Oktober 2012 | 15:03 WIB
Total investasi pengerjaan paket ini sebesar Rp2,6 triliun.
Konstruksi pembangunan elektrifikasi rel ganda atau double double track (DDT) ruas Bekasi-Cikarang sepanjang 17 kilometer (km) segera dibangun menyusul penandatanganan kerja sama Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Mitsubishi Sumitomo Joint Operation.
Proyek senilai Rp2,6 triliun tersebut akan dikerjakan selama 45 bulan.
Penandatanganan dilakukan pejabat pembuat komitmen satuan kerja pembangunan DDT Kemenhub Makjen Sinaga dan Authorized Representative Mitsubishi Sumitomo Joint Operation Koichi Azetsu di kanto Kemenhub Jakarta, Rabu (10/10).
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengungkapkan, total investasi pengerjaan paket ini sebesar Rp2,6 triliun yang terbagi atas pendanaan dalam mata uang Jepang sebanyak 11,86 triliun yen dan Rp1,12 triliun.
"Semua pendanaan ini bersumber dari pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA)," tandas dia seusai penandatanganan kesepakatan tersebut.
Pekerjaan konstruksi elektrifikasi ini merupakan bagian dari program pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang terbagi dalam beberapa paket. Untuk paket A1 meliputi modernisasi Stasiun Manggarai, struktur ke Stasiun Gambir, dan pekerjaan jalur lintas jarak jauh menuju Stasiun Matraman.
Paket A2 adalah modernisasi Stasiun Jatinegara dan pembangunan Stasiun Matraman, sedangkan paket B1 elektrifikasi perkeretaapian Bekasi-Cikarang 17 km, dan paket B2 pembangunan DDT antara Jatinegara-Bekasi.
Lingkup pekerjaan paket B1 ini antara lain pembangunan jembatan baja dan beton lintas Bekasi-Cikarang, modifikasi trek antara Bekasi-Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, dan Cikarang, serta penambahan gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekasi Timur, dan Cikarang.
Selain itu, penggantian dan modifikasi interlocking di Manggarai, Jatinegara, Cipinang, Bekasi, dan Cikarang serta pemasangan wayside signal dan fasilitas telekomunikasi Bekasi-Cikarang.
Tundjung menambahkan, pembangunan DDT bertujuan memisahkan pengoperasian antara kereta utama jarak jauh dari Jawa ke Jakarta dan sebaliknya. DDT juga untuk memperpanjang jalur kereta rel listrik hingga mencapai Cikarang dari sebelumnya hanya sampai Bekasi. "Ini juga bantu mengatasi kemacetan di wilayah Jabodetabek," paparnya.
Sementara itu, Makjen Sinaga menambahkan, proyek ini sudah dilakukan prakualifikasi pelelangan umum pada 2006. Dari enam investor yang berminat, hanya lima investor yang mengembalikan proposal.
Setelah dinilai ada tiga rekanan yang dinyatakan lulus prakualifikasi, yakni Mitsubishi dan Marubeni Corporation. Sedangkan satu investor mengundurkan diri. "Namun, akhirnya Mitsubishi lulus tender untuk mengerjakan proyek ini," terang dia.
Di tempat yang sama, Koichi Azetsu mengatakan pihaknya tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya bidang transportasi. "Investasi kami di Indonesia tergantung kebutuhan masyarakat di sini dan sebelum turut mengerjakan paket B1 DDT ini kami juga sudah turut membantu untuk traffic management control," ujarnya.
Selain pembangunan DDT Manggarai-Cikarang, Kemenhub juga tengah menyelesaikan pembangunan DDT lintas utara. Hingga saat ini pengerjaan proyek itu sudah mencapai 40 persen dan diharapkan bisa 60 persen pada akhir 2012.
Kemenhub juga memprogramkan pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Jabodetabek, antara lain DDT Manggarai-Cikarang, DT Duri-Tangerang, dan DT Serpong-Parungpanjang-Maja.
Pembangunan jalur ganda Duri-Tangerang ditargetkan pada akhir 2013 sudah dapat dioperasikan, sedangkan untuk jalur ganda Serpong-Parungpanjang-Maja sebagian telah diujicoba. Sedangkan antara Parungpanjang-Maja ditargetkan 2013 sudah dapat dioperasikan.
Konstruksi pembangunan elektrifikasi rel ganda atau double double track (DDT) ruas Bekasi-Cikarang sepanjang 17 kilometer (km) segera dibangun menyusul penandatanganan kerja sama Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Mitsubishi Sumitomo Joint Operation.
Proyek senilai Rp2,6 triliun tersebut akan dikerjakan selama 45 bulan.
Penandatanganan dilakukan pejabat pembuat komitmen satuan kerja pembangunan DDT Kemenhub Makjen Sinaga dan Authorized Representative Mitsubishi Sumitomo Joint Operation Koichi Azetsu di kanto Kemenhub Jakarta, Rabu (10/10).
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengungkapkan, total investasi pengerjaan paket ini sebesar Rp2,6 triliun yang terbagi atas pendanaan dalam mata uang Jepang sebanyak 11,86 triliun yen dan Rp1,12 triliun.
"Semua pendanaan ini bersumber dari pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA)," tandas dia seusai penandatanganan kesepakatan tersebut.
Pekerjaan konstruksi elektrifikasi ini merupakan bagian dari program pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang terbagi dalam beberapa paket. Untuk paket A1 meliputi modernisasi Stasiun Manggarai, struktur ke Stasiun Gambir, dan pekerjaan jalur lintas jarak jauh menuju Stasiun Matraman.
Paket A2 adalah modernisasi Stasiun Jatinegara dan pembangunan Stasiun Matraman, sedangkan paket B1 elektrifikasi perkeretaapian Bekasi-Cikarang 17 km, dan paket B2 pembangunan DDT antara Jatinegara-Bekasi.
Lingkup pekerjaan paket B1 ini antara lain pembangunan jembatan baja dan beton lintas Bekasi-Cikarang, modifikasi trek antara Bekasi-Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, dan Cikarang, serta penambahan gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekasi Timur, dan Cikarang.
Selain itu, penggantian dan modifikasi interlocking di Manggarai, Jatinegara, Cipinang, Bekasi, dan Cikarang serta pemasangan wayside signal dan fasilitas telekomunikasi Bekasi-Cikarang.
Tundjung menambahkan, pembangunan DDT bertujuan memisahkan pengoperasian antara kereta utama jarak jauh dari Jawa ke Jakarta dan sebaliknya. DDT juga untuk memperpanjang jalur kereta rel listrik hingga mencapai Cikarang dari sebelumnya hanya sampai Bekasi. "Ini juga bantu mengatasi kemacetan di wilayah Jabodetabek," paparnya.
Sementara itu, Makjen Sinaga menambahkan, proyek ini sudah dilakukan prakualifikasi pelelangan umum pada 2006. Dari enam investor yang berminat, hanya lima investor yang mengembalikan proposal.
Setelah dinilai ada tiga rekanan yang dinyatakan lulus prakualifikasi, yakni Mitsubishi dan Marubeni Corporation. Sedangkan satu investor mengundurkan diri. "Namun, akhirnya Mitsubishi lulus tender untuk mengerjakan proyek ini," terang dia.
Di tempat yang sama, Koichi Azetsu mengatakan pihaknya tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya bidang transportasi. "Investasi kami di Indonesia tergantung kebutuhan masyarakat di sini dan sebelum turut mengerjakan paket B1 DDT ini kami juga sudah turut membantu untuk traffic management control," ujarnya.
Selain pembangunan DDT Manggarai-Cikarang, Kemenhub juga tengah menyelesaikan pembangunan DDT lintas utara. Hingga saat ini pengerjaan proyek itu sudah mencapai 40 persen dan diharapkan bisa 60 persen pada akhir 2012.
Kemenhub juga memprogramkan pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Jabodetabek, antara lain DDT Manggarai-Cikarang, DT Duri-Tangerang, dan DT Serpong-Parungpanjang-Maja.
Pembangunan jalur ganda Duri-Tangerang ditargetkan pada akhir 2013 sudah dapat dioperasikan, sedangkan untuk jalur ganda Serpong-Parungpanjang-Maja sebagian telah diujicoba. Sedangkan antara Parungpanjang-Maja ditargetkan 2013 sudah dapat dioperasikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




