Kebut Proyek DDT, Pemerintah Serahkan Pengelolaan kepada PT KAI
Rabu, 29 April 2026 | 21:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat pembangunan double-double track (DDT) guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi pascakecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan percepatan pembangunan jalur ganda akan disesuaikan dengan perubahan skema pengelolaan prasarana perkeretaapian. Pemerintah akan menyerahkan pengelolaan sarana perkeretaapian termasuk DDT kepada PT KAI.
"Ke depan dapat bisa saya sampaikan kepada teman-teman bahwa Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan prasarana kepada PT KAI sehingga Kementerian Perhubungan hanya menjadi regulator,” kata Dudy saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Menurut Dudy, perubahan tersebut akan berdampak pada perencanaan proyek DDT, termasuk pembagian investasi antara pemerintah dan KAI. Pembangunan DDT dinilai krusial untuk memisahkan jalur kereta komuter dan kereta jarak jauh, seperti layanan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang saat ini masih menggunakan lintasan yang sama.
Untuk jalur ke arah Cikarang, pengembangann DDT saat ini baru tersedia hingga Stasiun Bekasi. Karena itu, percepatan pembangunan diperlukan untuk mengurangi kepadatan serta menekan potensi kecelakaan di lintas tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan pihaknya bersama Kementerian Perhubungan juga melakukan penertiban perlintasan sebidang, termasuk menindak perlintasan liar yang membahayakan keselamatan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melanggar rambu dan tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup karena tidak memenuhi standar keselamatan.
"Kami sudah mendapatkan arahan kemarin berdua dengan Pak Menteri dari Presiden langsung bahwa dari 1.800 perlintasan yang kita identifikasi jenisnya seperti ini, itu akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat dari keselamatan,” ujar Bobby.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




