ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bursa AS Menghijau Cetak Rekor karena Biden Capai Kesepakatan Infrastruktur

Jumat, 25 Juni 2021 | 06:05 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/David Dee Delgado)

New York , Beritasatucom - Bursa AS Wall Street beterbangan pada perdagangan Kamis (25/6/2021) setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa Gedung Putih mencapai kesepakatan infrastruktur dengan sejumlah senator bipartisan.

Indeks S&P 500 naik 0,6% mencapai rekor penutupan tertinggi ke 4.266,49, merebut kembali rekor sebelumnya pada 14 Juni. Dow Jones Industrial Average bertambah 322,58 poin, atau sekitar 1%, menjadi 34.196,82. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,7% mencapai rekor di 14.369,71.

Kesepakatan infrastruktur mencakup US$ 500 miliar pengeluaran baru yang ditetapkan Kongres, jauh lebih sedikit daripada yang diusulkan pertama kali oleh Demokrat. Sementara Partai Republik menentang usulan presiden menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28% dari 21%.

Sekelompok besar saham naik sehingga mendorong indeks  acuan utama ke level tertinggi baru. Jasa keuangan, energi dan komunikasi adalah sektor dengan kinerja terbaik. Tesla melonjak 3,5% dan Caterpillar naik 2,6%.

ADVERTISEMENT

Dow mengalami minggu terburuk sejak Oktober dengan pelemahan 3,5% minggu lalu setelah The Fed meningkatkan ekspektasi inflasi dan memperkirakan kenaikan suku bunga setelah 2023. Sememtara S&P 500 turun 1,9% pada minggu lalu.

Pernyataan Ketua Fed Jerome Powell di depan Kongres Selasa (22/6/2021) menegaskan kembali bahwa tekanan inflasi bersifat sementara, sehingga menenangkan kegelisahan pasar. "Dengan pasar mencapai level tertinggi baru minggu ini, investor dapat menerima fakta bahwa Fed pasti akan menaikkan suku bunga," kata Direktur Strategi Investasi E-Trade, Mike Loewengart.

Data Kamis menunjukkan klaim pengangguran mencapai 411.000 untuk pekan yang berakhir 19 Juni, lebih tinggi dari perkiraan  ekonom yang disurvei Dow Jones 380.000.

"Lapangan pekerjaan yang terbaca adalah bukti lain bahwa ekonomi akan hidup kembali, meskipun mungkin dengan cara yang sedikit lebih fluktuatif daripada yang diantisipasi pada tahap ini," kata Loewengart.

Saham bank naik menjelang hasil stress test tahunan Fed, yang dijadwalkan dirilis setelah perdagangan Kamis. Tes tersebut menguji bagaimana bank beroperasi dengan berbagai hipotetis kemerosotan ekonomi. Bank terpaksa membekukan dividen dan menghentikan pembelian kembali (buyback) selama pandemi. Hasil ini seharusnya memberi mereka lampu hijau untuk meningkatkan pembayaran. Saham Goldman Sachs naik 2,1%, sementara JPMorgan menguat hampir 1%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

EKONOMI
Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

EKONOMI
Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

EKONOMI
Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon