Harga Emas Turun karena Prospek Fed soal Inflasi dan Suku Bunga
Jumat, 25 Juni 2021 | 07:22 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas melemah pada perdagangan yang berfluktuatif Kamis (24/6/2021) karena isyarat beragam pejabat Federal Reserve (The Fed) tentang pendekatan bank sentral soal stimulus sehingga membuat investor waspada.
Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1.776,65 per ons, membalikkan kenaikan di awal sesi. Sementara emas berjangka AS terpangkas 0,4% menuju US$ 1.776,70.
Sehari setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga tidak akan dinaikkan terlalu cepat dan bahwa inflasi tidak akan menjadi satu-satunya penentu kebijakan, dua pejabat Fed mengatakan pada Rabu (23/6/2021) bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama dari yang diantisipasi. Salah satu pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga di akhir 2022.
Ahli strategi pasar RJO Futures Alex Turro mengatakan kekhawatiran potensi kenaikan suku bunga dan pengurangan pembelian aset The Fed masih membebani sentimen di pasar emas. "Ini akan terus berlanjut sampai pasar mendapatkan kejelasan kebijakan," kata dia.
Ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali mengatakan bahwa berkurangnya pembelian emas fisik di hub utama India dan Tiongkok, semakin menekan pasar.
Investor emas batangan juga sebagian besar mengabaikan data yang menunjukkan penurunan klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian AS dan peningkatan produk domestik bruto (PDB) kuartal terakhir sebesar 6,4%
Sementara harga perak naik 0,4% menjadi US$ 25,97 per ons, platinum menguat 0,9% menjadi US$ 1.093,59. Palladium naik 1,2% pada US$ 2.644,94.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




