ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asita Usul Kebijakan Karantina Wisman Gunakan Pendekatan Zona Risiko

Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:55 WIB
H
JM
Penulis: Herman | Editor: JEM
Ilustrasi wisatawan.
Ilustrasi wisatawan. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengusulkan agar waktu karantina bagi pelaku perjalanan internasional atau wisatawan mancanegara (wisman) dijalankan berdasarkan pendekatan zonasi risiko. Untuk wisman yang datang dari negara dengan kasus Covid-19 yang tinggi, waktu karantina bisa lebih lama. Sedangkan untuk yang datang dari negara dengan kasus Covid-19 yang terkendali, waktu karantina bisa lebih singkat.

Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya rencana pembukaan penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai Bali mulai 14 Oktober 2021. Salah satu kebijakannya adalah mewajibkan seluruh penumpang perjalanan internasional melakukan karantina selama 5 hari dari sebelumnya 8 hari.

"Saya usulkan berdasarkan zona risiko, mulai dari 3 hari sampai 8 hari. Katakanlah untuk kategori negara yang memang tinggi kasus Covid-19, itu memang harus karantina 8 hari. Kita ambil contoh di beberapa negara di Eropa, itu juga sampai 10 hari. Tapi mereka juga memberlakukan klasifikasi. Jadi untuk yang risiko sedang, itu misalnya cukup 5 hari, dan yang zonasi rendah boleh 3 hari," kata Budijanto Ardiansjah kepada Beritasatu.com, Minggu (10/10/2021).

Budijanto berharap kebijakan pembukaan pintu masuk untuk wisman ini bisa semakin menggerakkan sektor pariwisata. Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan agar pembukaan ini tidak membuat masyarakat dan pelaku usaha pariwisata menjadi euphoria, sehingga melupakan pentingnya protokol kesehatan (prokes).

ADVERTISEMENT

"Tentunya kami menyambut baik pembukaan Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk wisman. Tapi kita semuanya harus ingat, prokes jangan sampai dilupakan. Wisman yang masuk harus memenuhi persyaratan seperti dua kali vaksin, masuk dengan hasil tes PCR negatif, melakukan karantina, kemudian selama di Indonesia mengikuti prokes yang kita tetapkan dengan baik. Jadi tidak boleh ada kelonggaran, harus sama-sama disiplin supaya pariwisata bisa kembali jalan, masalah Covid-19 juga bisa dikendalikan," kata Budijanto.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

80 Persen Destinasi Wisata Andalan Aceh Terdampak Banjir dan Longsor

80 Persen Destinasi Wisata Andalan Aceh Terdampak Banjir dan Longsor

NUSANTARA
Asita Genjot Wisatawan Inbound Hadapi Dampak Geopolitik Global

Asita Genjot Wisatawan Inbound Hadapi Dampak Geopolitik Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon