Asita Genjot Wisatawan Inbound Hadapi Dampak Geopolitik Global
Selasa, 24 Juni 2025 | 19:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyiapkan strategi untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian global. Salah satu fokus utama adalah mendorong kunjungan wisatawan mancanegara (inbound) ke Indonesia.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Asita Budi Ardiansjah seusai menghadiri konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asita di Aston Hotel Pluit, Jakarta Utara. Ia mengatakan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah bisa berdampak negatif, tetapi juga membuka peluang.
“Tapi ada satu sisi positif yang kita lihat. Justru kita harus mengembangkan wisata inbound, sebisa mungkin kita harus mengundang wisatawan masuk ke Indonesia,” ujar Budi pada Selasa (24/6/2025).
Budi menambahkan, pariwisata harus kembali menjadi penyumbang devisa terbesar. Ia menilai sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian dan masyarakat luas.
“Karena kita tahu bahwa pariwisata ini adalah salah satu bidang yang memberikan manfaat besar. Memberikan efek domino kepada perekonomian,” jelasnya.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, pemerintah sadar akan risiko eskalasi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, yang bisa memengaruhi persepsi keamanan wisata di Indonesia.
“Apa strategi kita? Kita main lokal dahulu, di ASEAN,” ujar Made.
Untuk itu, pemerintah menargetkan peningkatan wisatawan dari Asia Tenggara, dengan memberikan berbagai paket bundling wisata, termasuk program Batam Bintan Welcome You (BBWY).
“Dari Singapura ke Bintan, kita bundling paket-paket yang murah. Kalau mereka menyeberang sendiri, harga ferry-nya tinggi, tetapi dengan bundling jadi lebih terjangkau,” jelasnya.
Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati menambahkan, ketegangan global, seperti konflik yang melibatkan Iran, berpotensi mengganggu persepsi keamanan kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Jakarta, sebagai gerbang utama wisatawan asing, menjadi fokus utama promosi. Ia menyebut Rakernas tahun ini digelar di Jakarta untuk memberi inspirasi kepada pelaku industri di daerah.
“Sebagai bentuk dukungan moral dan strategis untuk menjadikan Jakarta bukan sekadar kota transit, melainkan destinasi wisata yang hidup, kreatif, dan layak dikunjungi,” tegas Rusmiati.
Asita bersama pemerintah dan pelaku industri pariwisata bertekad memperkuat sinergi dalam menjaga keberlangsungan sektor wisata nasional di tengah tantangan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




