ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bosowa Percepat Pelunasan Utang Rp1,3 Triliun

Senin, 3 Desember 2012 | 07:55 WIB
IH
B
LOGO BOSOWA
LOGO BOSOWA (JGPHOTO)
Percepatan pelunasan utang seiring dengan membaiknya kinerja perusahaan

Perusahaan nasional berbasis di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Bosowa, mempercepat pelunasan pinjaman di tiga bank nasional sebesar Rp1,3 triliun. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 2015.

Sebenarnya baru jatuh tempo pada 2015. Tapi kami akan lunasi tiga tahun lebih awal,” ujar Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa di Jakarta, Minggu (2/12).

Sebagaimana diketahui, anak usaha Bosowa yakni PT Semen Bosowa Maros masih memiliki pinjaman sindikasi dan bilateral sebesar Rp1,3 triliun. Rincian pinjaman tersebut yakni    Rp1,2 triliun merupakan sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Sisanya, senilai Rp100 miliar merupakan pinjaman bilateral dari Bank Mandiri. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembangunan pabrik Semen Bosowa Maros berkapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton semen per tahun.

Erwin mengatakan, percepatan pelunasan ini seiring dengan membaiknya kinerja perseroan dan menguatnya industri semen secara nasional. Hal ini juga ditopang oleh tingginya pertumbuhan ekonomi di KTI sehingga permintaan semen di wilayah tersebut terus meningkat.

Tahun 1996, Bosowa memeroleh pinjaman sindikasi senilai Rp526 miliar (US$2,339 juta) dari delapan bank peserta sindikasi untuk pembangunan pabrik Semen Bosowa Maros, di Maros, Sulawesi Selatan. Saat pembangunan fisik pabrik sedang berlangsung, krisis ekonomi tahun 1998 melanda Indonesia.

Akibatnya, nilai pinjaman perusahaan dalam bentuk valuta asing melonjak beberapa kali lipat. Tak hanya Bosowa, banyak perusahaan juga merasakan dampak krisis tersebut atau mengalami force majeure.

Meski banyak perusahaan kemudian diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), namun Bosowa tetap memper tahankan bisnis semennya. Pasalnya, selain prospek industri semen sangat bagus, Bosowa juga mengelola perusahaan semen secara profesional.

“Kami kelola dengan profesional. Kami juga tetap bertahan sebab industri ini harus tetap melibatkan pengusaha nasional,” ujar Erwin.

Perusahaan kemudian mengambil opsi restrukturisasi. Setelah direstrukturisasi, pinjaman tersebut kemudian menjadi Rp1,7 triliun yang terdiri atas pinjaman jangka panjang (PJP) I sebesar Rp200 miliar, PJP II Rp326 miliar dan kredit jangka panjang opsi saham (KJPOS) sebesar Rp1,2 triliun.

Perusahaan kemudian konsisten melakukan pelunasan PJP I dan II sebesar Rp526 miliar. Pelunasan PJP tersebut dipercepat pada Desember 2011. Sedangkan, untuk KJPOS baru akan jatuh tempo pada 2015. Namun, Bosowa kembali mempercepat pelunasan pada akhir 2012 bersama pinjaman bilateral di Bank Mandiri sebesar Rp100 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon