Pendiri Estudi: Banyak Masyarakat Indonesia Salah Memilih Investasi
Sabtu, 1 Januari 2022 | 21:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya kasus investasi bodong belakangan ini dinilai akibat kurangnya literasi keuangan. Kondisi tersebut, menyebabkan banyak masyarakat yang salah mengambil langkah dalam memilih investasi.
Baca Juga: Dorong Milenial Berinvestasi, Ajaib Gandeng Pevita Pearce
Co-founder Estudi, Rico Yapotra mengatakan, kurangnya literasi finansial yang dimiliki masyarakat Indonesia menjadi salah satu penyebab maraknya kasus investasi bodong yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Terlebih, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tingkat literasi keuangan di Indonesia hanya 38,03%.
"Hal itu menjadi alasan saya bersama Christian Wirajaya mendirikan startup Estudi untuk membangun Indonesia pintar dalam literasi keuangan, dengan menyediakan platform edukasi digital secara gratis maupun berbayar untuk masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial," ujar Rico Yapotra dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Minggu (1/1/2022).
Memiliki latar belakang lebih dari 10 tahun dalam dunia keuangan, Rico memutuskan hijrah ke Indonesia untuk membagikan pengalaman dan rahasia sukses sebagai seorang trader dan edukator agar masyarakat tidak salah dalam memilih produk investasi melalui Estudi. "Alasannya sederhana. Dengan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tentunya akan menurunkan tingkat risiko dalam berinvestasi," jelasnya.
Baca Juga: Kisah Pilu Korban Investasi Bodong
Menurut Rico, dirinya bersama Christian Wirajaya memiliki visi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia sampai tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus ke dalam produk investasi ilegal.
Mengikuti perkembangan zaman, Estudi memberikan akses materi pembelajaran termasuk saham, cryptocurrency, NFT, komoditas dan derivatif sampai ke cara membedakan antara pialang (broker) atau sekuritas yang legal dan ilegal serta produk investasi yang tepat di Indonesia.
"Kita harus memahami produk-produk investasi yang ada di Indonesia sebelum menjadi seorang trader atau investor. Saya selalu mengingat kutipan dari Warren Buffet yang berbunyi dont put all your eggs in one basket sehingga diversifikasi investasi itu itu sangat penting," imbuhnya.
Baca Juga: Polri Beberkan Kasus-kasus Investasi Ilegal yang Menonjol Selama 2021
Rico menambahkan, dengan melakukan diversifikasi merupakan salah satu cara untuk meminimalisir risiko dalam berinvestasi. Alasannya, investor tidak cukup hanya belajar satu produk investasi saja, tetapi harus bisa memahami secara mendalam dan menganalisa seluruh produk investasi yang ada agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.
"Estudi menyasar generasi muda yang rentan dalam melakukan kesalahan berinvestasi. Maka dari itu, Estudi berkomitmen untuk terus memberikan serta meningkatkan layanan dan produk edukasi terbaik untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




