Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot
Jumat, 3 April 2026 | 09:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan dalam rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2026 yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, langkah tersebut menjadi strategi penting untuk memperluas pemahaman masyarakat serta meningkatkan akses terhadap layanan keuangan syariah.
“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tentunya menjadi landasan kuat bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam penutupan Gerak Syariah 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia mengungkapkan, tingkat literasi keuangan syariah saat ini berada di kisaran 43%, sementara tingkat inklusinya masih sekitar 13%. Adapun total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp 3.131 triliun hingga akhir 2025, tumbuh 8,61% secara tahunan.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, selama pelaksanaan Gerak Syariah 2026 telah digelar 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial.
Jumlah peserta edukasi mencapai 8,350 juta orang atau meningkat 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi kinerja, penghimpunan dana tercatat Rp 6,83 triliun dan penyaluran dana Rp 6,86 triliun.
Selain itu, jumlah penerima manfaat sosial mencapai 266.421 orang dengan total dana tersalurkan sebesar Rp 86,2 miliar, meningkat dari 158.203 penerima dengan Rp 30,75 miliar pada tahun sebelumnya.
“Capaian Gerak Syariah 2026 menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” kata Dicky.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono menegaskan, keuangan syariah harus berjalan seiring dengan sektor ekonomi riil seperti UMKM dan industri halal.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi antara Masyarakat Ekonomi Syariah dan OJK dapat terus diperkuat melalui program-program berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, OJK bersama Kementerian Agama juga meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026 sebagai panduan praktis pengelolaan keuangan berbasis nilai keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai penerapan ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
“Dari sekitar 244 juta penduduk muslim, baru sekitar 7,6% yang menerapkan prinsip ekonomi syariah. Angka ini masih tertinggal dari Malaysia yang mencapai 67%, meski trennya terus positif,” ujarnya.
Melalui Gerak Syariah 2026 dan peluncuran Buku ESA, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




