ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK Tekankan Peran Pendidikan Formal Bangun Literasi Keuangan

Sabtu, 18 April 2026 | 11:20 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi OJK
Ilustrasi OJK (Antara/Aris Wasita)

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pendidikan formal penting sebagai fondasi dalam membangun kapasitas keuangan masyarakat sejak usia dini.

Hal ini dinilai krusial untuk membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan praktis, serta kemampuan mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, integrasi literasi keuangan dalam kurikulum pendidikan menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

ADVERTISEMENT

“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, Indonesia membangun fondasi yang kuat agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, dunia pendidikan, industri, serta komunitas guna memperkuat ekosistem literasi keuangan yang inklusif.

Selain melalui pendidikan formal, OJK juga mendorong edukasi keuangan dilakukan secara lebih luas, termasuk melalui platform digital, kampanye nasional, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” ucap Dicky.

Dalam rangka mendukung penguatan literasi keuangan global, OJK bersama Organisation for Economic Co-operation and Development melalui jaringan International Network on Financial Education (INFE) menggelar webinar internasional sebagai bagian dari peringatan Global Money Week 2026.

Chair OECD/INFE Magda Bianco menekankan, literasi keuangan merupakan modal penting bagi masyarakat dalam memanfaatkan peluang sekaligus mengelola risiko di tengah perkembangan produk dan informasi keuangan yang semakin kompleks.

“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel menjadi peluang sekaligus risiko. Karena itu, kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran sejak usia sekolah memungkinkan pengetahuan keuangan lebih mudah tertanam hingga dewasa, sekaligus membantu mengurangi kesenjangan akibat perbedaan latar belakang sosial ekonomi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon