ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

4 Strategi Smart Money agar THR Tak Habis dan Tetap Produktif

Rabu, 18 Maret 2026 | 05:59 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Ilustrasi tunjangan hari raya (THR).
Ilustrasi tunjangan hari raya (THR). (Antara/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah meningkatnya konsumsi saat Lebaran, masyarakat diingatkan untuk mengelola tunjangan hari raya (THR) secara bijak agar tidak habis begitu saja.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menilai momen THR seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi finansial, bukan hanya untuk belanja konsumtif.

“Momentum THR sebenarnya kesempatan bagus untuk mulai berpikir seperti smart money. Artinya bukan sekadar membelanjakan uang, tapi mengalokasikannya secara strategis agar sebagian bisa tumbuh dan bekerja untuk masa depan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Sergio, ada empat langkah praktis yang dapat dilakukan agar dana THR tetap produktif dan tidak habis tanpa manfaat jangka panjang.

Pertama, memperkuat dana darurat. Ia menyarankan sekitar 20-30% THR dialokasikan sebagai cadangan likuid untuk menghadapi kebutuhan mendesak.

“Ini penting agar kondisi finansial tetap stabil sepanjang tahun dan tidak perlu berutang ketika ada kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Kedua, mengalokasikan sisa dana untuk investasi berbasis keyakinan (conviction). Artinya, keputusan investasi dilakukan berdasarkan analisis, bukan sekadar mengikuti tren.

“Investor sehat adalah mereka yang punya conviction. Mereka tahu alasan memilih instrumen investasi tertentu, bukan ikut FOMO,” tegas Sergio.

Ketiga, meningkatkan literasi keuangan. Pemahaman terhadap instrumen investasi dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial.

“Semakin tinggi pemahaman kita, semakin rasional keputusan finansial yang kita ambil,” katanya.

Keempat, memaksimalkan produktivitas dana melalui instrumen seperti rekening dana nasabah (xRDN). Salah satunya melalui aplikasi IPOT yang menawarkan potensi imbal hasil sekitar 2% per tahun, lebih tinggi dibanding tabungan konvensional.

Dengan pendekatan tersebut, dana THR tidak hanya tersimpan, tetapi juga tetap berkembang sekaligus membantu mengurangi perilaku konsumtif.

“Konsep smart money bukan berarti menahan diri menikmati Lebaran, tetapi memastikan sebagian uang tetap bekerja untuk kita setelah liburan selesai,” tutup Sergio.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapan Paling Lambat THR 2026 Diberikan?

Kapan Paling Lambat THR 2026 Diberikan?

EKONOMI
Cara Hitung Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pegawai Swasta

Cara Hitung Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pegawai Swasta

EKONOMI
Kenapa THR Karyawan Swasta Kena Pajak sedangkan PNS Tidak?

Kenapa THR Karyawan Swasta Kena Pajak sedangkan PNS Tidak?

EKONOMI
Apakah THR Karyawan Kena Pajak? Simak Aturan dan Perhitungannya

Apakah THR Karyawan Kena Pajak? Simak Aturan dan Perhitungannya

EKONOMI
THR 2026 Bakal Kena Pajak, Begini Aturan dan Cara Menghitungnya

THR 2026 Bakal Kena Pajak, Begini Aturan dan Cara Menghitungnya

EKONOMI
Kapan THR Swasta 2026 Cair? Simak Jadwal dan Ketentuannya

Kapan THR Swasta 2026 Cair? Simak Jadwal dan Ketentuannya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon