Semen Gresik Kuasai 70 Persen Saham TLCC Vietnam
Rabu, 19 Desember 2012 | 01:15 WIB
TLCC merupakan salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam dengan total kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun.
PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengambil alih kepemilikan 70 persen saham perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC). Pengambilalihan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) pada 14 November 2012 di Jakarta.
"PT Semen Gresik mengumumkan bahwa pada hari ini, Ha Noi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco) dan SMGR (Semen Gresik) telah memenuhi semua persyaratan CSPA dan telah berhasil mencapai kesepakatan pengambilalihan Thang Long Cement Joint Stock Company," kata Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Agung Wiharto, dalam pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Selasa (18/12)
Dalam proses ini, JP Morgan (SEA) Ltd bertindak sebagai penasihat keuangan Semen Gresik dan An Binh Fund Manajement Company (ABF) sebagai penasihat keuangan untuk Geleximco.
Agung Wiharto yang mendampingi Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam penandatanganan itu di Vietnam, mengungkapkan, nilai transaksi pengambilalihan 70 persen saham TLCC dari Geleximco itu mencapai US$157 juta.
Setelah pengambilalihan ini, TLCC akan menjadi anak perusahaan PT Semen Gresik dan laporan keuangan akan dikonsolidasikan ke BUMN semen tersebut.
"Dalam beberapa minggu ke depan, Semen Gresik akan menempatkan wakil-wakilnya untuk mengisi posisi jajaran manajemen dan direktur di TLCC," tambah Agung.
Dirut PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, pengambilalihan TLCC merupakan tonggak sejarah strategis yang sangat penting dalam mewujudkan visi perseroan untuk menjadi produsen semen terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Ada banyak hal yang harus dilakukan, tapi manajemen optimistis bahwa pengambilalihan ini bisa mempercepat pertumbuhan bisnis Semen Gresik untuk lebih kompetitif, yang pada akhirnya memberikan nilai lebih besar bagi pemegang saham untuk jangka panjang," ujarnya.
TLCC merupakan salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam dengan total kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun.
Pabrik TLCC berlokasi di Provinsi Quang Ninh, di pinggiran kota Ho Chi Minh, dan memiliki cadangan deposit batu kapur sekitar 76 juta ton.
Selain itu, TLCC memiliki potensi untuk mengembangkan dua pabrik semen baru di provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc dengan didukung deposit batu kapur lebih dari 200 juta ton.
Potensi yang besar tersebut, lanjut Dwi Soetjipto, akan membuka peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat di Vietnam, serta kesempatan memenuhi kekurangan pasokan semen di pasar Indonesia.
PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengambil alih kepemilikan 70 persen saham perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC). Pengambilalihan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) pada 14 November 2012 di Jakarta.
"PT Semen Gresik mengumumkan bahwa pada hari ini, Ha Noi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco) dan SMGR (Semen Gresik) telah memenuhi semua persyaratan CSPA dan telah berhasil mencapai kesepakatan pengambilalihan Thang Long Cement Joint Stock Company," kata Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Agung Wiharto, dalam pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Selasa (18/12)
Dalam proses ini, JP Morgan (SEA) Ltd bertindak sebagai penasihat keuangan Semen Gresik dan An Binh Fund Manajement Company (ABF) sebagai penasihat keuangan untuk Geleximco.
Agung Wiharto yang mendampingi Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam penandatanganan itu di Vietnam, mengungkapkan, nilai transaksi pengambilalihan 70 persen saham TLCC dari Geleximco itu mencapai US$157 juta.
Setelah pengambilalihan ini, TLCC akan menjadi anak perusahaan PT Semen Gresik dan laporan keuangan akan dikonsolidasikan ke BUMN semen tersebut.
"Dalam beberapa minggu ke depan, Semen Gresik akan menempatkan wakil-wakilnya untuk mengisi posisi jajaran manajemen dan direktur di TLCC," tambah Agung.
Dirut PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, pengambilalihan TLCC merupakan tonggak sejarah strategis yang sangat penting dalam mewujudkan visi perseroan untuk menjadi produsen semen terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Ada banyak hal yang harus dilakukan, tapi manajemen optimistis bahwa pengambilalihan ini bisa mempercepat pertumbuhan bisnis Semen Gresik untuk lebih kompetitif, yang pada akhirnya memberikan nilai lebih besar bagi pemegang saham untuk jangka panjang," ujarnya.
TLCC merupakan salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam dengan total kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun.
Pabrik TLCC berlokasi di Provinsi Quang Ninh, di pinggiran kota Ho Chi Minh, dan memiliki cadangan deposit batu kapur sekitar 76 juta ton.
Selain itu, TLCC memiliki potensi untuk mengembangkan dua pabrik semen baru di provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc dengan didukung deposit batu kapur lebih dari 200 juta ton.
Potensi yang besar tersebut, lanjut Dwi Soetjipto, akan membuka peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat di Vietnam, serta kesempatan memenuhi kekurangan pasokan semen di pasar Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




