Inflasi AS Memanas, The Fed Diprediksi Lebih Agresif
Jumat, 11 Februari 2022 | 08:14 WIB
New York, Beritasatu.com - Inflasi AS melonjak lebih dari yang diharapkan selama 12 bulan terakhir, memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga yang substansial tahun ini.
Indeks harga konsumen untuk Januari, yang mengukur biaya puluhan barang konsumsi sehari-hari, naik 7,5% dibandingkan dengan tahun lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (11/2/2022).
Inflasi lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan Dow Jones sebesar 7,2%. Inflasi ini adalah pembacaan tertinggi sejak Februari 1982.
Baca Juga: Inflasi AS Tertinggi Sejak 1982, Wall Street Ditutup Melemah
Mengecualikan gas dan biaya bahan makanan, CPI meningkat 6%, dibandingkan dengan perkiraan 5,9%. Inflasi inti naik pada level tercepat sejak Agustus 1982.
Tingkat CPI bulanan juga lebih panas dari yang diharapkan, dengan inflasi headline dan CPI inti keduanya naik 0,6%, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,4% oleh kedua ukuran.
Pasar saham berjangka turun setelah laporan tersebut, dengan saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga terpukul sangat keras. Imbal hasil obligasi pemerintah naik tajam, dengan benchmark Treasury 10-tahun menyentuh 2%, tertinggi sejak Agustus 2019.
Pasar juga menjadi lebih agresif dalam proyeksi kenaikan suku bunga ke depan.
Peluang kenaikan suku bunga Fed 0,5 poin persentase pada bulan Maret naik menjadi 44,3% setelah rilis data, dibandingkan dengan 25% sebelumnya, menurut data CME. Peluang kenaikan seperempat poin persentase keenam tahun ini naik menjadi sekitar 63%, dibandingkan dengan sekitar 53% sebelum rilis.
Kanikan inflasi "memakan" kenaikan upah pekerja. Penghasilan per jam rata-rata riil naik hanya 0,1% untuk bulan Januari, karena kenaikan upah bulanan 0,7% hampir sepenuhnya terhapus oleh kenaikan inflasi 0,6%.
Sebuah laporan terpisah Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan mencapai 223.000 untuk pekan yang berakhir 5 Februari, penurunan 16.000 dari minggu sebelumnya dan di bawah perkiraan 230.000. Itu adalah total terendah sejak 1 Januari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




