ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi AS Memanas, The Fed Diprediksi Lebih Agresif

Jumat, 11 Februari 2022 | 08:14 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Orang berjalan di pusat perbelanjaan di Manhattan pada 12 Januari 2022 di New York City. Data yang baru dirilis menunjukkan, inflasi AS selama bulan Desember tumbuh pada laju 12 bulan tercepat dalam hampir 40 tahun.
Orang berjalan di pusat perbelanjaan di Manhattan pada 12 Januari 2022 di New York City. Data yang baru dirilis menunjukkan, inflasi AS selama bulan Desember tumbuh pada laju 12 bulan tercepat dalam hampir 40 tahun. (AFP)

New York, Beritasatu.com - Inflasi AS melonjak lebih dari yang diharapkan selama 12 bulan terakhir, memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga yang substansial tahun ini.

Indeks harga konsumen untuk Januari, yang mengukur biaya puluhan barang konsumsi sehari-hari, naik 7,5% dibandingkan dengan tahun lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (11/2/2022).

Inflasi lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan Dow Jones sebesar 7,2%. Inflasi ini adalah pembacaan tertinggi sejak Februari 1982.

Baca Juga: Inflasi AS Tertinggi Sejak 1982, Wall Street Ditutup Melemah

ADVERTISEMENT

Mengecualikan gas dan biaya bahan makanan, CPI meningkat 6%, dibandingkan dengan perkiraan 5,9%. Inflasi inti naik pada level tercepat sejak Agustus 1982.

Tingkat CPI bulanan juga lebih panas dari yang diharapkan, dengan inflasi headline dan CPI inti keduanya naik 0,6%, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,4% oleh kedua ukuran.

Pasar saham berjangka turun setelah laporan tersebut, dengan saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga terpukul sangat keras. Imbal hasil obligasi pemerintah naik tajam, dengan benchmark Treasury 10-tahun menyentuh 2%, tertinggi sejak Agustus 2019.

Pasar juga menjadi lebih agresif dalam proyeksi kenaikan suku bunga ke depan.

Peluang kenaikan suku bunga Fed 0,5 poin persentase pada bulan Maret naik menjadi 44,3% setelah rilis data, dibandingkan dengan 25% sebelumnya, menurut data CME. Peluang kenaikan seperempat poin persentase keenam tahun ini naik menjadi sekitar 63%, dibandingkan dengan sekitar 53% sebelum rilis.

Kanikan inflasi "memakan" kenaikan upah pekerja. Penghasilan per jam rata-rata riil naik hanya 0,1% untuk bulan Januari, karena kenaikan upah bulanan 0,7% hampir sepenuhnya terhapus oleh kenaikan inflasi 0,6%.

Sebuah laporan terpisah Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan mencapai 223.000 untuk pekan yang berakhir 5 Februari, penurunan 16.000 dari minggu sebelumnya dan di bawah perkiraan 230.000. Itu adalah total terendah sejak 1 Januari.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
Beda dengan Emas, Harga Perak Dunia Naik Capai Level Tertinggi 2 Bulan

Beda dengan Emas, Harga Perak Dunia Naik Capai Level Tertinggi 2 Bulan

EKONOMI
Harga Emas Dunia Kembali Melemah Dipicu Inflasi AS dan Perang Iran

Harga Emas Dunia Kembali Melemah Dipicu Inflasi AS dan Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia Rabu Sore Seusai Naik Tinggi

Update Harga Emas Dunia Rabu Sore Seusai Naik Tinggi

EKONOMI
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon