Pertamina Ambil Alih Pembangunan Dermaga Tanker di Mimika
Sabtu, 29 Desember 2012 | 08:45 WIB
Hingga kini tanker Pertamina tidak bisa berlabuh di Pelabuhan Paumako Timika karena tidak memiliki dermaga khusus pembongkaran BBM.
PT Pertamina (persero) akan mengambil alih pembangunan dermaga di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua untuk kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Selama ini, pelabuhan tersebut hanya mampu menampung kapal ukuran kecil sehingga pasokan BBM ke wilayah itu terbatas.
Asisten Manajer Planning & Operation SD Pertamina Regional IV, Zainal Agus Syukur di Timika, Sabtu mengatakan dermaga tersebut seharusnya dibangun oleh PT Eissu Prima Usaha selaku rekanan Pertamina pengelola depot Jober Timika.
Namun hingga batas waktu yang ditetapkan, Eissu Prima itu tidak mampu menuntaskan pembangunan dermaga tanker tersebut.
"Jika sampai tanggal 1 Januari 2013 tidak ada perkembangan signifikan, pembangunan dermaga Jober Timika akan diambil alih Pertamina," kata Zainal.
Zainal mengatakan, hingga kini tanker Pertamina tidak bisa berlabuh di Pelabuhan Paumako Timika karena tidak memiliki dermaga khusus pembongkaran BBM. Dampaknya, sering terjadi kelangkaan BBM.
"Saat ini hanya bisa dilewati kapal berukuran kecil jenis LCT. Kapal tersebut adalah KM Anugerah Perdana 23 dan KM Alfina 03. dengan kapasitas 1.300 kilo liter (kl) dan 1.800 kl," kata dia.
Untuk mencukupi kebutuhan BBM di Timika termasuk Asmat dan Yahukimo, dua kapal tersebut mengangkut BBM dari Tual ke Timika tiga kali dalam sebulan. Adapun lama waktu perjalanan, pembongkaran dan pemuatan yakni 10 hari.
Jajaran Pertamina telah melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan dermaga tanker yang berada di belakang depot Jober Timika di kawasan Pelabuhan Paumako dan kondisinya memang belum layak untuk dioperasikan.
"Sekarang ini kita sedang mendorong untuk percepatan pembangunan dermaga Jober Timika sehingga diharapkan pada akhir Januari 2013 kapal tanker bisa kita operasikan dengan skenario darurat," jelas Zainal.
Sedangkan untuk pembangunan dermaga permanen, Pertamina membutuhkan waktu minimal enam bulan ke depan lantaran harus memobilisasi peralatan dari sejumlah servas Pertamina di Papua.
Ke depan, jika dermaga BBM di depot Jober Timika sudah terbangun, Pertamina akan mengoperasikan dua unit tanker berbobot sekitar 2.000 kl untuk mengangkut BBM dari Tual ke Timika.
PT Pertamina (persero) akan mengambil alih pembangunan dermaga di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua untuk kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Selama ini, pelabuhan tersebut hanya mampu menampung kapal ukuran kecil sehingga pasokan BBM ke wilayah itu terbatas.
Asisten Manajer Planning & Operation SD Pertamina Regional IV, Zainal Agus Syukur di Timika, Sabtu mengatakan dermaga tersebut seharusnya dibangun oleh PT Eissu Prima Usaha selaku rekanan Pertamina pengelola depot Jober Timika.
Namun hingga batas waktu yang ditetapkan, Eissu Prima itu tidak mampu menuntaskan pembangunan dermaga tanker tersebut.
"Jika sampai tanggal 1 Januari 2013 tidak ada perkembangan signifikan, pembangunan dermaga Jober Timika akan diambil alih Pertamina," kata Zainal.
Zainal mengatakan, hingga kini tanker Pertamina tidak bisa berlabuh di Pelabuhan Paumako Timika karena tidak memiliki dermaga khusus pembongkaran BBM. Dampaknya, sering terjadi kelangkaan BBM.
"Saat ini hanya bisa dilewati kapal berukuran kecil jenis LCT. Kapal tersebut adalah KM Anugerah Perdana 23 dan KM Alfina 03. dengan kapasitas 1.300 kilo liter (kl) dan 1.800 kl," kata dia.
Untuk mencukupi kebutuhan BBM di Timika termasuk Asmat dan Yahukimo, dua kapal tersebut mengangkut BBM dari Tual ke Timika tiga kali dalam sebulan. Adapun lama waktu perjalanan, pembongkaran dan pemuatan yakni 10 hari.
Jajaran Pertamina telah melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan dermaga tanker yang berada di belakang depot Jober Timika di kawasan Pelabuhan Paumako dan kondisinya memang belum layak untuk dioperasikan.
"Sekarang ini kita sedang mendorong untuk percepatan pembangunan dermaga Jober Timika sehingga diharapkan pada akhir Januari 2013 kapal tanker bisa kita operasikan dengan skenario darurat," jelas Zainal.
Sedangkan untuk pembangunan dermaga permanen, Pertamina membutuhkan waktu minimal enam bulan ke depan lantaran harus memobilisasi peralatan dari sejumlah servas Pertamina di Papua.
Ke depan, jika dermaga BBM di depot Jober Timika sudah terbangun, Pertamina akan mengoperasikan dua unit tanker berbobot sekitar 2.000 kl untuk mengangkut BBM dari Tual ke Timika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




