ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

400 Lebih Perusahaan Hengkang dari Rusia, 27 Masih Bertahan

Sabtu, 19 Maret 2022 | 09:00 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Seorang pembeli menyerahkan uang kertas dan koin rubel Rusia kepada penjual di sebuah pasar di Omsk, Rusia.
Seorang pembeli menyerahkan uang kertas dan koin rubel Rusia kepada penjual di sebuah pasar di Omsk, Rusia. (Antara/Reuters)

Connecticut, Beritasatu.com -Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, lebih dari 400 perusahaan telah mengumumkan penarikan diri mereka dari Rusia, tetapi beberapa perusahaan terus beroperasi di Rusia tanpa terpengaruh.

Sejak 28 Februari lalu, Yale University mengompilasi daftar perusahaan yang meninggalkan Rusia. Hingga 18 Maret 2022, ada 424 perusahaan yang menghentikan atau mencabut operasinya di Rusia, dan 27 perusahaan masih beroperasi di Rusia.

"Kami telah diberi tahu bahwa daftar perusahaan kami -yang pergi dan tinggal di Rusia- memberikan para CEO kepercayaan diri untuk mengeksekusi pernyataan yang berani...untuk bergabung dengan para pemimpin bisnis yang bertanggung jawab yang menarik diri dari Rusia," kata Jeffrey Sonnenfeld dari tim riset the Yale Chief Executive Leadership Institute, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Goldman Sachs Jadi Bank AS Pertama yang Tinggalkan Rusia

ADVERTISEMENT

Daftar Yale terus diperbarui. Ketika daftar ini pertama kali diterbitkan pada minggu 28 Februari, baru puluhan perusahaan yang mengumumkan kepergian mereka.

"Namun, kini ratusan perusahaan telah mengundurkan diri sejak itu, dan kami merasa rendah hati karena daftar kami membantu membangkitkan jutaan orang di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan," kata Sonnenfeld.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon