Harga Emas dan Paladium Jatuh karena Penguatan Imbal Hasil AS
Selasa, 29 Maret 2022 | 06:48 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas jatuh pada Senin (28/3/2022) karena kenaikan imbal hasil obligasi (Treasury) Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar. Sementara meredakan kekhawatiran pasokan menjelang pembicaraan damai Rusia-Ukraina membuat paladium jatuh hampir 8%.
Harga emas di pasar spot turun 1,2% menjadi US$ 1.933,12 per ons dan emas berjangka AS ambles 0,7% jadi US$ 1.939,80.
Baca Juga: Harga Emas Datar di Rp 999.000
Patokan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi sejak April 2019 didukung potensi kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve (the Fed) untuk meredam lonjakan inflasi.
Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilka. "Pelemahan emas dibatasi kekhawatiran inflasi," kata analis Kitco Metals, Jim Wycoff.
"Setiap kali kita mengalami tekanan inflasi seperti sekarang, sejarah menunjukkan bahwa pasar logam telah dicari dan saya menduga itu akan terus terjadi."
Baca Juga: Harga Minyak Ambles 8% karena Lockdown Shanghai Tekan Permintaan
Hal lain yang memicu kenaikan harga emas adalah penguatan dolar sebesar 0,4%.
Daya tarik safe-haven juga memudar oleh harapan kemajuan pembicaraan damai tatap muka pertama antara Ukraina dan Rusia.
Adapun harga paladium turun 4,5% jadi US$ 2.231,24 per ons setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak 25 Januari. Logam ini telah kehilangan hampir 34% sejak mencapai rekor tertinggi pada 7 Maret.
Sedangkan platinum turun 1,7% menjadi US$ 985,04 dan perak ambles 2,1% menjadi US$ 24,97.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




