ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UMKM Didorong Berani Berutang, Ini Alasannya

Kamis, 14 April 2022 | 20:10 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Pekerja rumahan menyelesaikan pembuatan kue kering di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Februari 2022.
Pekerja rumahan menyelesaikan pembuatan kue kering di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Februari 2022. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Sebanyak 92% pelaku usaha mikro dan ultra mikro memulai usaha mereka dari modal pribadi. Hanya sekitar 34% yang melakukan pinjaman dari institusi formal seperti perbankan.

Angka pengguna fintech juga masih sangat rendah, yakni hanya 2,7% pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang mendapat modal berkat pinjaman fintech. Alasan utamanya adalah, pelaku UMKM khawatir tidak sanggup membayar pinjamannya, sehingga lebih memilih tabungan pribadi saja.

"Ini merupakan peluang besar khususnya bagi Amartha, karena pangsa pasar UMKM yang belum terlayani akses permodalan masih sangat banyak," kata Aria.

Baca Juga: Smartphone Masuk Desa, Inovasi Amartha untuk Keuangan Inklusif

ADVERTISEMENT

Menurut Aria, stigma bahwa berutang merupakan hal buruk, sebenarnya bisa diluruskan. Pinjaman produktif seperti yang disediakan oleh Amartha justru dapat membuka peluang bagi UMKM untuk lebih maju dan sejahtera.

"Apalagi pelayanan Amartha tidak terbatas pada pemberian modal saja, tetapi juga pendampingan usaha. Selain itu, peluang lebih besar juga hadir dari pentingnya bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan literasi digital demi kemajuan bisnis mereka," tegasnya.

Aria menambahkan, Amartha sebagai perusahaan fintech cukup gencar melakukan edukasi literasi keuangan dan digital untuk para mitranya. Lebih dari 103.000 mitra telah mengikuti pelatihan literasi keuangan, dan lebih dari 45.000 mitra memperoleh edukasi kewirausahaan dari Amartha.

Baca Juga: Fintech Bantu Capai Target Inklusi Keuangan 90% pada 2024

Dampaknya, lebih dari 25% mitra Amartha sudah membiasakan diri untuk melakukan pencatatan keuangan, sehingga lebih disiplin dalam menabung dan mampu membeli aset baru dari hasil menabung.

"Program pendampingan dan edukasi bagi UMKM ini juga sejalan dengan arahan pemerintah yang mendorong UMKM untuk go digital. Tetapi untuk mewujudkan itu, tentu saja kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Butuh kolaborasi dari berbagai pihak," pungkas Aria.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

EKONOMI
Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

EKONOMI
AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

EKONOMI
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

EKONOMI
OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon