UMKM Didorong Berani Berutang, Ini Alasannya
Kamis, 14 April 2022 | 20:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) meluncurkan hasil riset terbaru mengenai lanskap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terhadap penggunaan produk keuangan dan adopsi digital.
Hasil riset menunjukkan, pelaku usaha mikro dan ultra mikro sudah memiliki tingkat inklusi keuangan yang baik, dengan skor 84,33 berdasarkan Amartha Prosperity Index.
Namun, tidak banyak UMKM yang sudah memanfaatkan kanal digital untuk mengembangkan usaha. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor yang rendah pada dimensi adopsi produk digital yakni sebesar 22,55.
Baca Juga: Maucash dan Batumbu Lanjutkan Penyaluran Pembiayaan ke UMKM
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, mengungkapkan, tujuan utama Amartha meluncurkan riset ini adalah untuk mengetahui fakta di lapangan, faktor-faktor apa saja yang dapat mendorong UMKM untuk lebih maju dilihat dari kacamata inklusi keuangan dan adopsi teknologi.
"Hasilnya, kami mendapatkan temuan bahwa pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Indonesia sudah cukup melek dengan inklusi keuangan, tetapi belum mahir memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Jadi penggunaan teknologi masih sebatas pada keperluan komunikasi harian atau hiburan saja," kata Aria, di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, memaparkan hasil temuan survei The Indonesia Grassroot Entrepreneur Report.
Baca Juga: Amartha Mendapatkan Pendanaan Baru US$ 28 Juta
Hasil riset ini juga menemukan fakta, dimensi adopsi digital berperan lebih besar dalam mendorong akselerasi bisnis para pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Kemudian, diikuti oleh dimensi pemanfaatan produk keuangan, serta dimensi inklusi finansial. Adopsi digital di segmen ini sudah cukup baik dengan perolehan skor 66,08.
Sebanyak 97% pelaku usaha mikro dan ultra mikro sudah memiliki perangkat atau gadget, akses internet, dan penggunaan media sosial (Medsos). Tetapi, penggunaan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar masih sangat rendah, dengan perolehan skor 20,50.
Baca Juga: Sertifikat Halal Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM
Menyoal pemanfaatan produk keuangan untuk tingkat lanjutan, hasilnya diperoleh skor sebesar 29,98, yang artinya para pelaku UMKM sudah terinklusi oleh produk keuangan tetapi penggunaannya hanya sebatas transaksi umum saja, belum dioptimalkan untuk mengembangkan usaha.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




