WEF 2022, Menkominfo: Indonesia Butuh Talenta Digital untuk Keamanan Siber
Kamis, 26 Mei 2022 | 13:28 WIB
"(Maka diperlukan) cyber security khususnya teknology cyber security untuk menjaga ruang digital kita agar tetap bersih. Kita tahu, di Indonesia banyak sekali illegal fintech, kebocoran-kebocoran data, hingga hoax," ungkap Johnny
Selain tata kelola dan manajemen dalam mengatasi cyber security, tutur Johnny Indonesia harus mempunyai talenta digital yang memadai sehingga diharapakan dapat menangani ekosistem teknologi secara lebih tepat.
"Teknologi dan talenta digital ini perlu kita adopsi untuk memastikan agar ruang digital kita bersih dan bisa bermanfaat bagi pengembangan sektor hilir dari digitalisasi Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Kurikulum Merdeka Menjawab Tantangan Kebutuhan Talenta Digital
Menurut Johnny, Kementerian Kominfo akan terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra perusahan teknologi global. Salah satunya seperti Cisco yang mempunyai pilihan teknologi canggih.
"Cisco tentu mempunyai teknologinya dan bersama-sama kita akan merumuskan pilihan teknologi yang paling tepat, jangan sampai nanti ruang digital kita itu kotor. Pilihan teknologi dan komitmen dunia usaha yang seperti ini perlu kita sambut dengan baik dalam rangka kolaborasi, sehingga bisa menghasilkan pilihan teknologi yang tepat untuk Indonesia," pungkas Johnny.
Dalam Kongres WEF di Davos, Menkominfo Johnny didampingi Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Anang Latif.
Baca Juga: Cisco: 60% UKM di Indonesia Pernah Terkena Serangan Siber
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




