Hadiri WEF, Presiden Prabowo Tekankan Stabilitas dan Kolaborasi
Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Kehadiran Presiden dalam forum ekonomi global bergengsi tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis mengenai dinamika ekonomi dunia.
WEF Annual Meeting merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan global guna membahas berbagai isu strategis, khususnya yang berdampak pada perekonomian internasional.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dalam salah satu sesi, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi global.
“Perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga. Keduanya bukan sebuah kemewahan, melainkan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,” ujar Presiden Prabowo seperti dilansir dari situs resmi ekon.
Agenda utama Indonesia dalam WEF Annual Meeting 2026 adalah penyampaian pidato Presiden Prabowo pada sesi special address yang berlangsung di Davos Congress Center. Partisipasi Presiden dinilai strategis untuk memaparkan arah dan konsep pemikiran ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo secara komprehensif menjelaskan program prioritas ekonomi yang berorientasi pada kepentingan rakyat dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Bapak Presiden menjabarkan bagaimana kebijakan sosial harus mampu meningkatkan produktivitas, dan produktivitas tersebut pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Airlangga.
Di sela rangkaian kegiatan WEF, Menko Airlangga juga menggelar pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha, khususnya di sektor ekonomi digital. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




