Sri Mulyani: Inflasi 2022 Bakal Terkerek hingga 4,5%
Jumat, 1 Juli 2022 | 13:06 WIB
Begitu juga indikator dari sisi investasi, yang dinilai masih akan tumbuh tinggi. Meskipun, ada kemungkinan investasi tergerus inflasi. Meski demikian ia memastikan bahwa APBN sebagai shock absorber diharapkan dapat mendukung tetap terjaganya daya beli dan terkendalinya laju inflasi.
"Jadi dua sumber pertumbuhan ekonomi konsumsi dan investasi bisa terpengaruh oleh kondisi sekarang ini, kecenderungan inflasi tinggi dan menyebabkan interest rate naik," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan laju inflasi domestik di Juni 2022 sebesar 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) atau 4,35% secara tahunan (yoy). Inflasi ini secara tahunan merupakan inflasi tertinggi sejak 2017 lalu.
"Inflasi di bulan Juni 2022 secara yoy (tahunan) merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2017 yang saat itu sebesar 4,17%," ujar Kepala BPS Margo Yuwono saat rilis inflasi, Jumat (1/7/2022).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




