ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani: Inflasi 2022 Bakal Terkerek hingga 4,5%

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:06 WIB
TP
FB
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FMB
Pedagang menunjukan minyak goreng kemasan di Pasar Senen, Jakarta.
Pedagang menunjukan minyak goreng kemasan di Pasar Senen, Jakarta. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan laju inflasi tahun ini akan berada di kisaran 3,5%-4,5% (yoy). Proyeksi ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan batas sasaran target inflasi Bank Indonesia sebesar 4% (yoy).

Ia mengatakan pergerakan inflasi disebabkan melonjaknya ketidakpastian global mulai dari kenaikan harga energi dan pangan. Hal ini juga sudah tercermin dari capaian inflasi hingga Semester I telah mencapai 3,6%.

"Inflasi sedikit alami tekanan semester II 3,5-4,5% dan keseluruhan tahun inflasi akan bergerak sama di kisaran 3,5-5,5%," tuturnya dalam Lapsem bersama Banggar, Jumat (1/7/2022).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan tekanan inflasi diprediksi masih akan berlanjut pada Semester II tahun sehingga akan mendorong naiknya inflasi lebih tinggi dari batas atas sasaran. Meski demikian, ia memastikan pemerintah akan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik yang dinilai masih sangat kuat dengan outlook pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun akan mencapai 4,9-5,4%.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan 4,35%, Tertinggi Sejak Juni 2017

Dengan sokongan pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi dan investasi, juga akan terus dijaga. Menurut Menkeu, konsumsi rumah tangga sudah mulai pulih, terlihat dari beberapa indikator seperti konsumsi listrik, impor bahan baku dan barang modal, hingga indeks keyakinan konsumen.

Begitu juga indikator dari sisi investasi, yang dinilai masih akan tumbuh tinggi. Meskipun, ada kemungkinan investasi tergerus inflasi. Meski demikian ia memastikan bahwa APBN sebagai shock absorber diharapkan dapat mendukung tetap terjaganya daya beli dan terkendalinya laju inflasi.

"Jadi dua sumber pertumbuhan ekonomi konsumsi dan investasi bisa terpengaruh oleh kondisi sekarang ini, kecenderungan inflasi tinggi dan menyebabkan interest rate naik," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan laju inflasi domestik di Juni 2022 sebesar 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) atau 4,35% secara tahunan (yoy). Inflasi ini secara tahunan merupakan inflasi tertinggi sejak 2017 lalu.

"Inflasi di bulan Juni 2022 secara yoy (tahunan) merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2017 yang saat itu sebesar 4,17%," ujar Kepala BPS Margo Yuwono saat rilis inflasi, Jumat (1/7/2022).



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon