Kementerian ATR/BPN: Mafia Tanah Berjejaring dengan Banyak Pihak
Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara (Jubir) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Teguh Hari Prihatono menegaskan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam memberantas mafia tanah, khususnya bagi pihak internal yang terlibat.
Maraknya kasus mafia tanah seperti adanya sertifikat ganda, menurut Hari, bisa terjadi karena mafia tanah tidak bekerja sendiri, melainkan ada pihak-pihak lain yang terlibat dan juga karena adanya peluang.
"Mafia itu tidak bergerak di ruang hampa, pasti ini juga akan berkait dengan pihak-pihak yang lain. Celah selalu bisa dimanfaatkan sekecil apapun. Ini yang banyak muncul kan dari hal-hal itu. Ini kan persoalan niat dan peluang. Ketika niatnya memang mau ke sana dan peluangnya terbuka, terjadilah," kata Hari dalam acara diskusi bertajuk "Mafia Tanah Bikin Gerah" di Jakarta, Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: 4 Pejabat BPN Ditangkap, Jubir Menteri ATR/BPR: Jadi Syok Terapi
Hari menambahkan, mafia tanah tidak bekerja sendirian. Pasalnya, mereka berjejaring dengan siapapun. "Persoalannya, kita tidak bisa semudah itu menemukan jejaring-jejaring itu," tegasnya.
Menurut Hari, yang menjadi konsentrasi utama Kementerian ATR/BPN ke depan adalah memitigasi peluang-peluang yang bisa dimasuki mafia tanah untuk melakukan kejahatan.
"Mitigasinya harus dilakukan dari sana untuk ke depan. Niatnya mungkin tidak bisa dikikis. Tetapi kalau peluangnya itu ditutup, dia akan terbentur di sana. itu untuk mitigasinya di samping shock therapy dengan pola yang sekarang dilakukan, berupa penangkapan mafia tanah," kata Hari.
Baca Juga: Panja Mafia Tanah Minta Menteri ATR Evaluasi Juru Ukur BPN
Berdasarkan beberapa peristiwa penangkapan mafia tanah sepekan belakangan ini yang juga melibatkan pegawai di Kementerian ATR/BPN, Hari menyampaikan, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto juga punya pesan khusus bahwa siapa saja akan ditindak tegas bila ikut terlibat dalam praktik mafia tanah.
"Yang paling mendasar dari peristiwa penangkapan di hari-hari ini sebetulnya adalah penegasan, pak menteri ingin mengirim pesan bahwa kalau kalian tidak segera membenahi diri, ke depan tidak menutup kemungkinan yang lain-lain akan terkena (ditangkap, red)," kata Hari.
Baca Juga: Berantas Mafia Tanah, BPN Diminta Benahi Sistem Internal
Untuk menghindari kasus mafia tanah, Hari juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga sertifikat serta tanahnya. Dengan peran aktif seluruh pihak terkait, masyarakat tidak akan tersentuh oleh mafia tanah.
"Kementerian ATR/BPN terus berkomitmen dan bekerja sama dalam memberantas mafia tanah. Namun, butuh dukungan dari masyarakat. Masyarakat pun harus berperan aktif dalam menjaga asetnya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




