ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Indonesia Ungkap Empat Tantangan Utama Ekonomi Global

Senin, 25 Juli 2022 | 15:15 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Kepala Group Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Wira Kusuma dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk
Kepala Group Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Wira Kusuma dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global", 26 Juli 2022. (Beritasatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Group Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Wira Kusuma memaparkan empat tantangan utama yang membuat dunia global saat ini masih diliputi ketidakpastian.

Empat tantangan tersebut yaitu masih berlanjutnya risiko pandemi Covid-19 akibat munculnya beberapa varian baru covid, ketegangan geopolitik yang masih berkepanjangan, adanya tren proteksionisme yang dilakukan berbagai negara untuk mengamankan pasokan pangan, serta gangguan rantai pasokan atau supply chain disruption.

"Empat hal ini menyebabkan adanya risiko stagflasi. Empat isu ini juga membuat dinamika perekonomian global menjadi sedikit berubah. PDB dunia menurun perkembangannya, kemudian harga komoditas juga meningkat dengan adanya proteksionisme dan supply chain disruption, ini menyebabkan inflasi global meningkat," kata Wira Kusuma dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global", Senin (26/7/2022).

Baca Juga: Bank Indonesia: Permintaan Kredit Perbankan Meningkat

ADVERTISEMENT

Wira menyampaikan, adanya inflasi yang meningkat di sejumlah negara menimbulkan aksi respons moneter, terutama di Amerika Serikat (AS). Fed Fund Rate meningkat drastis dan diprediksi oleh BI akan meningkat 75 basis poin pada Juli 2022 .

"Ini menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan global semakin meningkat. Hal-hal semacam ini juga memengaruhi ekonomi domestik," ujarnya.

Wira menambahkan, dengan perkembangan harga komoditas global yang meningkat tinggi, ekspor Indonesia tercatat mengalami tren kenaikan.

Baca Juga: Bank Indonesia Waspadai Munculnya Risiko Stagflasi

Di sisi lain, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin baik juga menciptakan mobilitas yang tinggi dan menciptakan aktivitas ekonomi, sehingga meningkatkan permintaan domestik.

"Ke depan, dengan perkembangan ekonomi global yang slowing down, prediksi kami sumber pertumbuhan PDB kita akan lebih banyak didominasi oleh permintaan domestik," ujarnya.

Sementara itu di sisi eksternal, dengan ekspor yang meningkat, current account mengalami surplus. Perbaikan iklim investasi juga mendorong penanaman modal asing (PMA) tetap masuk.

Namun, adanya ketidakpastian ekonomi global di financial market yang masih tinggi menyebabkan aliran modal ke negara-negara berkembang termasuk ke Indonesia menjadi tertahan.

Baca Juga: Tangguh di UMKM, BRI Jauh dari Episentrum Krisis Ekonomi Global

"Tetap secara umum, sektor eksternal kita yang digambarkan oleh neraca pembayaran masih solid. Namun karena terjadi capital outflow, ini menyebabkan terjadinya tekanan terhadap nilai tukar. Tetapi kalau kita bandingkan depresiasinya dengan negara-negara tetangga, kita relatif lebih baik," kata Wira.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon