ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Kepala Daerah-TPID Kendalikan Inflasi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:20 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Petugas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menawarkan bawang putih dan bawang merah saat operasi pasar di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis 25 April 2019.
Petugas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menawarkan bawang putih dan bawang merah saat operasi pasar di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis 25 April 2019. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

"Dicek tim pengendali inflasi pusat, cek daerah mana yang memiliki pasokan cabai yang melimpah atau pasokan beras yang melimpah," terang Jokowi.

Kemudian data-data komoditas pangan yang ada di TPID dan TPIP harus diintegrasikan. "Disambungkan. Ini harus disambungkan, karena negara ini negara besar sekali, 514 kabupaten/kota, 34 sekarang 37 provinsi dengan DOB yang baru ini negara besar," tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini telah berkali-kali menyampaikan bahwa situasi sulit yang tengah dihadapi Indonesia adalah situasi yang tidak mudah. Dunia juga menghadapi situasi yang sangat sulit.

Baca Juga: Airlangga Proyeksi Inflasi 2022 4,4%-4,8%, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

"Semua negara menghadapi situasi yang sangat-sangat sulit. Dimulai dari pandemi Covid-19 yang belum pulih dan beberapa negara saat ini masih berada pada angka yang tinggi. Kemudian masuk, muncul perang, muncul krisis pangan, muncul krisis energi, muncul krisis keuangan. Inilah yang saya bilang tadi keadaan yang sangat sulit," terang Jokowi.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia bersama pemerintah daerah termasuk TPID dan TPIP tidak boleh bekerja standar karena keadaan yang tidak normal. TIdak boleh bekerja secara rutinitas dengan standar-standar yang baku.

"Kita tidak boleh bekerja standar. Enggak bisa lagi, karena keadaannya tidak normal. Kita tidak boleh bekerja rutinitas karena memang keadaannya tidak normal. Tidak bisa kita memakai standar-standar baku, standar-standar pakem, enggak bisa," ungkap Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya dan kepala daerah harus bekerja dengan melihat detail berdasarkan data-data yang ada.

"Para menteri, gubernur, bupati dan wali kota enggak bisa lagi kita bekerja rutinitas. Enggak, enggak bisa kita bekerja hanya melihat makronya saja. Enggak bisa, enggak akan jalan, percaya saya. Makro dilihat, mikro dilihat, lebih lagi harus detail juga, dilihat lewat angka-angka dan data-data karena memang keadaannya tidak normal,"



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon