ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Siapkan Opsi-opsi agar BBM Subsidi Tepat Sasaran

Minggu, 21 Agustus 2022 | 05:57 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan pemerintah terus mengupayakan untuk menjamin pasokan BBM bagi seluruh masyarakat Indonesia di tengah tingginya harga minyak mentah dunia. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan beberapa opsi agar BBM subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat berdaya beli menengah bawah dapat tepat sasaran.

"Saat ini sedang dikaji banyak opsi secara keseluruhan, nanti kita akan pilih yang terbaik, karena subsidi ini kompensasinya sudah berat sekali, sementara harga minyak masih cukup tinggi," ujar Menteri Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/8/2022).

BBM bersubsidi merupakan bahan bakar yang diberikan subsidi pemerintah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Adapun dana APBN terbatas sesuai kuota yang ditentukan. Harga BBM subsidi ditetapkan pemerintah dan hanya untuk konsumen pengguna tertentu. Jenis BBM subsidi tersebut saat ini adalah Biosolar dan Pertalite.

Baca Juga: Soal BBM, Wapres: Masih Dibahas, Apakah Dinaikkan atau Tidak

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Menteri Arifin meminta kepada masyarakat yang sudah mampu tidak lagi membeli BBM bersubsidi yang bukan peruntukannya.

"Pemerintah terus berupaya agar masyarakat tidak kekurangan bahan bakar. BBM bersubsidi seperti Pertalite itu hakikatnya untuk membantu masyarakat yang daya belinya belum cukup. Nah, jangan sampai masyarakat yang sudah cukup atau mampu, tetapi membeli Pertalite," ujarnya.

Hal ini, lanjut Menteri ESDM, bertujuan agar subsidi BBM benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan. Untuk itu, tambahnya, masyarakat juga harus disiplin menggunakan BBM sesuai dengan haknya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut keputusan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini dalam pembahasan oleh pemerintah.

"Ini sedang dipikirkan. Jadi masih dalam penggodokan, masih dalam pembahasan, apakah akan dinaikkan atau tidak," kata Wapres usai menghadiri Acara Haul Ulama Indonesia Ke-23 Tahun Almarhum Habib Umar Bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2022).

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi pada kuartal III tahun ini. "(Rencana kenaikan BBM subsidi) Masih dirapatkan dengan Pak Presiden. Tidak di kuartal III. Kita lihat tahun depan. Subsidi masih dirancang," kata di acara Peringatan HUT ke 77 Kemerdekaan sekaligus HUT ke-56 Kemenko Perekonomian, Sabtu (20/8/2022).

Airlangga enggan membeberkan skenario kenaikan harga BBM subsidi di kisaran berapa persen. "Yang reasonable (persentase kenaikan harga BBM subsidi), masih dikaji. Yang penting pagu anggaran subsidi tahun ini tidak terlewati. Kalau naik (melewati pagu anggaran) nanti ada penyesuaian (harga)," kata dia.

Airlangga minta publik untuk sabar menunggu keputusan Presiden terkait kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi. "Message-nya nunggu keputusan presiden. Jadi kita tunggu rapat dengan Bapak Presiden," tutur Airlangga.

Baca Juga: Sidak SPBU, Erick Thohir Pastikan Ketersediaan BBM Subsidi

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM pekan depan.

Menurut Luhut, dalam acara Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat (19/8), Presiden Jokowi telah mengindikasikan bahwa pemerintah tidak bisa terus mempertahankan harga solar dan pertalite dengan harga saat ini.

Pemerintah memiliki setidaknya dua skenario dalam menjaga agar subsidi BBM tidak membengkak sehingga menambah defisit APBN. Skenario pertama yang sedang digodok adalah pembatasan konsumsi BBM subsidi (pertalite dan solar subsidi) melalui aplikasi MyPertamina. Skenario kedua adalah pengurangan subsidi. Jika harga keekonomian pertalite adalah Rp 13.150 per liter, maka pemerintah menyubsidi Rp 5.500 per liter. Jika menggunakan harga keekonomian versi Pertamina, maka subsidi yang diberikan mencapai Rp 9.550.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

EKONOMI
Pembatasan Pertalite dan Solar Bisa Hemat BBM hingga 15 Persen

Pembatasan Pertalite dan Solar Bisa Hemat BBM hingga 15 Persen

EKONOMI
Nelayan Pandeglang Desak Penambahan Kuota Solar Subsidi untuk Melaut

Nelayan Pandeglang Desak Penambahan Kuota Solar Subsidi untuk Melaut

BANTEN
Pertamina Imbau Pengguna BBM Subsidi Rutin Reset QR Code

Pertamina Imbau Pengguna BBM Subsidi Rutin Reset QR Code

EKONOMI
ESDM Jelaskan Alasan Pertalite Tak Dijual di SPBU Signature

ESDM Jelaskan Alasan Pertalite Tak Dijual di SPBU Signature

EKONOMI
Daftar SPBU Pertamina yang Sudah Tak Lagi Jual Pertalite

Daftar SPBU Pertamina yang Sudah Tak Lagi Jual Pertalite

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon