Logo BeritaSatu

Kelola Biaya Dana, Bank Mandiri Optimistis Jaga NIM 5,4%

Jumat, 16 September 2022 | 05:18 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bisa dijaga di level 5,4% atau bahkan bisa lebih tinggi hingga akhir tahun 2022. Di samping itu, perseroan tetap berupaya mengelola biaya dana (cost of fund/CoF) di rentang moderat yakni 1,2% sampai 1,3%.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menyampaikan, rasio NIM telah diukur setidaknya bisa mencapai 5,1% sampai dengan 5,4% hingga akhir tahun ini. Sebelumnya, perseroan telah berhasil membukukan NIM sebesar 5,4% di semester I 2022.

"Kita meyakini bahwa rate 5,4% dapat kita jaga pada level yang sama, bahkan kita punya keyakinan akan sedikit meningkat dengan apa yang telah dicapai pada semester I-2022 lalu," ucap Sigit pada Public Expose Live Bank Mandiri 2022, Kamis (15/9).

Tapi d isisi lain, dia mengatakan, perlu untuk bank berupaya mengantisipasi hal-hal yang bisa menurunkan NIM, salah satunya yakni mengelola CoF dalam level baik. Apalagi kenaikan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi tantangan yang berimplikasi mengerek CoF perseroan.

Meski begitu, risiko tersebut bisa ditekan selama rasio dana murah (current account saving account/CASA) masih bisa dijaga seperti saat ini di level 75%. Berikut dengan inisiatif menghimpun dana murah melalui aplikasi Livin' dan Kopra dalam beberapa waktu belakangan.

"Tentu kita memproyeksikan ada sedikit kenaikan CoF. Kalau CoF saat ini ada di kisaran 1,2% sampai 1,3%, ke depan kita perkirakan ada kenaikan 10 bps. Ini angka yang sangat minimal dibandingkan kenaikan angka BI Rate yang kita perkirakan sampai akhir tahun sampai dengan 50-100 bps," kata Sigit.

Sigit mengakui bahwa kenaikan BI7DDR sampai akhir tahun berpotensi untuk bank menyesuaikan tingkat bunga kredit (lending rate). Tapi sebelum itu, Bank Mandiri perlu menimbang sejumlah faktor dan tidak seketika meningkatkan suku bunga kreditnya.

Faktor pertama terkait dengan likuiditas. Dengan rasio CASA tadi bisa dipertahankan, maka risiko kenaikan bunga kredit pun bisa ditekan. "Ini bagian dari strategi yang sudah kita lakukan, sehingga CoF bisa terjaga di angka yang rendah dan bisa menjaga NIM di angka yang sehat," kata dia.

Untuk faktor kedua, Sigit menyatakan, perlu untuk Bank Mandiri menilik kondisi usaha debitur. Memandang BI Rate bisa jadi ikut mempengaruhi kemampuan nasabah dalam membayar angsurannya. Sehingga hal ini perlu dipertimbangkan agar nantinya kenaikan suku bunga kredit tidak berdampak lebih jauh pada kualitas aset.

Sementara faktor ketiga alasan Bank Mandiri tidak seketika menyesuaikan tingkat bunga kredit adalah melihat aspek kompetisi. Jika kebanyakan bank-bank lain tidak menaikkan suku bunganya, tentu hal ini akan direspons perusahaan untuk ikut tren industri.

"Kenaikan BI7DDR tidak serta merta akan diikuti di sisi lending rate, sangat tergantung atau mempertimbangkan banyak sekali faktor. Bank Mandiri akan mempertimbangkan sisi yang terbaik secara keseluruhan supaya bisa memberikan return baik, sekaligus terjaga baik serta tumbuh secara sehat," jelas dia.

Baca selanjutnya
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menambahkan, industri perbankan ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Meski Biaya Tinggi, Penerbitan Obligasi 2023 Tetap Marak

Di tengah era suku bunga tinggi yang memicu kenaikan cost of fund (beban biaya), penerbitan obligasi korporasi pada tahun 2023 tetap marak.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Bapanas Pastikan Cadangan Beras Pemerintah Tersedia

Pemerintah secara penuh menjamin dan memastikan ketersediaan beras di masyarakat secara berkelanjutan dengan mengamankan stok dan kesiapan CPP.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Dekati Rp 1.600 T, Penerimaan Pajak Sudah 106% dari Target

Capaian penerimaan pajak yang baik ini didukung kinerja ekonomi, implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) hingga berkah harga komoditas.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Transformasi Digital Perlu Akselerasi untuk Topang Ekonomi Nasional

Transformasi digital pascapandemi penting dilakukan karena saat ini teknologi bukan sekadar alat dalam operasional bisnis atau organisasi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

INA dan SWF Denmark Investasi Rp 7,8 Triliun di Energi Hijau

Indonesia Investment Authority (INA) dan SWF Denmark, Investment Fund for Developing Countries (IFU) menyepakati perjanjian investasi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Meski Naik, Harga Emas Masih di Bawah Level Psikologis

Harga emas naik di akhir perdagangan Selasa (6/12/2022), dari penurunan tajam sehari sebelumnya.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Di Bawah US$ 80, Minyak Jatuh ke Level Prakrisis Ukraina

Harga minyak jatuh ke tingkat terendah tahun ini, dengan Brent berakhir di bawah US$ 80 per barel untuk kedua kalinya pada tahun 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

IHSG 2023 Diramal 7.880 Ditopang Sektor Ini, Siap Dulang Cuan?

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023 dapat mencapai 7.880.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Pascacabut Izin, OJK Kejar Aset dan Gugat Pemilik Wanaartha

OJK berkomitmen mengejar aset hingga membuka opsi menggugat secara perdata kepada pemilik Wanaartha Life.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Resesi Makin Mencengkeram, S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun

Bursa AS Wall Street melanjutkan pelemahan hari sebelumnya, karena resesi ekonomi makin mencengkeram.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ledakan di Bandung Diduga Bom Bunuh Diri

Ledakan di Bandung Diduga Bom Bunuh Diri

NEWS | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE