ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Target Inflasi Pangan di Bawah 5% Dinilai Masuk Akal

Kamis, 22 September 2022 | 21:27 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dwi Andreas Santosa mengungkapkan upaya pemerintah untuk menekan angka inflasi pangan di bawah 5 persen masih masuk akal. Dia optimistis hal itu dapat tercapai.

"Saya kira iya (masuk akal)," katanya, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, meningkatnya harga beras inflasi memang akan menjadi faktor utama kenaikan inflasi. Namun, seiring kenaikan harga beras, harga komoditas pangan lain justru cenderung menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, BI Proyeksi Inflasi 2022 Capai 6%

ADVERTISEMENT

"Memang sekarang ini yang nanti akan sangat berperan dalam inflasi sudah tentu harga beras. Ini akan meningkat, tetapi harga-harga pangan yang lainnya sudah ada tren mengalami penurunan. Jadi, saya kira kenaikan harga beras akan diikuti tren penurunan beberapa harga yang lain," ujarnya.

Menurut, Dwi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang menjadi faktor penting yang mengerek inflasi. Namun, di sektor pertanian, kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa saat lalu tidak berdampak signifikan.

"Katakanlah untuk dunia pertanian, BBM ini digunakan untuk apa saja dan itu berapa kira-kira kontribusinya? Kalau dihitung sedetail itu, mungkin kontribusinya tidak begitu besar juga," katanya.

Baca Juga: Airlangga: Multilateral Platform Solusi Atasi Tantangan Global

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menjaga inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan juga inflasi pangan.

"Inflasi diperkirakan akan naik di bulan September, dan berbagai pengalaman dalam kenaikan bbm, inflasi akan cenderung turun dalam 3-4 bulan ke depan, dan tentunya dengan berbagai program dan pemberian subsidi bantuan untuk sektor transportasi, dengan dana BTT (belanja tidak terduga) dan 2 persen DTU (dana transfer umum) pemerintah optimis inflasi pangan dapat ditekan di bawah 5 persen," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Ketua umum Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah terus melakukan ekstra effort untuk menekan inflasi pangan di kisaran 3-5 persen.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon