ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan

Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:04 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok)

Mojokerto, Beritasatu.com– Untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan transformasi dan restrukturisasi bisnis gula PTPN Group. Revitalisasi diharapkan mendukung industri gula untuk kedaulatan pangan serta mendorong terwujudnya energi baru terbarukan (EBT).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, salah satu program prioritas pemerintah menekankan pembangunan ekosistem sehingga Indonesia dapat mengatasi ketergantungan rantai pasok dunia, khususnya sektor pangan dan energi.

"Pak Presiden selalu mendorong agar ada solusi, untuk itu, kita terus mendorong bagaimana hilirisasi industri gula menjadi kenyataan dan bukan hanya sekadar rencana," ujar Erick dalam Kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi, di Mojokerto seperti dikutip dalam keterangannya Jumat (14/10/2022).

Peresmian revitalisasi gula tersebut menandai dimulainya penataan organisasi PTPN Group melalui pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau SugarCo yang akan berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. "Pembentukan PT SGN membuktikan bahwa BUMN siap membangun ekosistem bisnis di tengah ketidakpastian industri pangan global," ujar Erick.

ADVERTISEMENT

Erick menyampaikan, transformasi Holding Perkebunan Nusantara sejatinya sudah berjalan dengan baik. Pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara (SugarCo), PT Sinergi Sawit Nusantara (PalmCo), dan PT Aset Manajemen Nusantara (SupportingCo), merupakan bagian proyek strategis nasional (PSN) yang terus dikawal pemerintah. "Ini merupakan komitmen dari negara untuk memastikan bahwa ketiga proyek tersebut dapat berjalan dengan baik," tandas Erick.

PT SGN atau SugarCO, merupakan wujud dari akselerasi transformasi bisnis di Holding Perkebunan Nusantara yang berasal dari penggabungan aset-aset perusahaan perkebunan tebu milik PTPN Group, yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII dan PTPN XIV.

Percepatan swasembada gula nasional untuk menjamin ketahanan pangan nasional, ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri, serta mendorong perbaikan kesejahteraan petani tebu. Peningkatan produksi tebu nasional juga diharapkan beriringan dengan peningkatan produksi bioethanol berbasis tebu dalam rangka ketahanan energi, dan pelaksanaan energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kementan Targetkan Kejayaan Gula RI Bangkit lewat Bongkar Ratoon

Kementan Targetkan Kejayaan Gula RI Bangkit lewat Bongkar Ratoon

EKONOMI
Danantara Gabungkan Pabrik Gula untuk Capai Swasembada Nasional

Danantara Gabungkan Pabrik Gula untuk Capai Swasembada Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon