ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis Pangan, PDIP: Indonesia Bisa Perkuat Produksi Kedelai

Rabu, 19 Oktober 2022 | 20:09 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Focus group discussion (FGD) soal membangun hegemoni pangan bertajuk
Focus group discussion (FGD) soal membangun hegemoni pangan bertajuk "Swasembada Kedelai" yang diadakan secara hybrid dan diikuti oleh ratusan kader PDI Perjuangan, Rabu, 19 Oktober 2022. (Istimewa)

Petani wirausaha yang juga peneliti, Ali Zum Mashar mengatakan sejatinya Indonesia bisa untuk mengembangkan produksi kedelai secara baik. Karena itu, melakukan kedaulatan pangan dengan kedelai bukanlah hal yang mustahil.

"Salah satunya kita harus legawa terhadap hasil-hasil produk bangsa atau kemandirian pangan ini menjadi tuan di negeri sendiri agar produk petani itu tuan di negeri sendiri bukan produk petani dari luar negeri yang merajai," kata Ali.

Menurut Ali, seharusnya sudah tak perlu dipandang sebelah mata soal kedelai ini. Di Serang, Banten, petani jagungnya bergeser untuk mulai mengembangkan kedelai.

"Jadi petani diturunkan yang namanya yang lahannya kurang produktif menjadi memilih kedelai. Karena income-nya jauh lebih tinggi," ucap Ali.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, jika bicara soal swasembada, perlu kerja simultan bagaimana hingga 2023, Indonesia sudah bisa menanam benih di 1.250.000 hektare. Hal ini bisa meningkatkan produksi kedelai.

Baca Juga: Ini Daftar 10 Negara dengan Inflasi Harga Pangan Tertinggi

Senada, peneliti BRIN Pepi Nur Susilawati mengatakan jika melihat perkembangan kedelai Indonesia sangat strategis, karena produksinya kebanyakan bukan untuk produksi, tetapi untuk konsumsi sehari-hari.

"Ini produknya wong cilik. Jadi, kalau kita sukses dengan kedelai, yang diuntungkan siapa? Yang diuntungkan para wong cilik, para petani," ungkap Pepi.

Akan tetapi, peluang ini tak dilihat oleh banyak orang. Sebagai perbandingan pada 1993, Indonesia pernah mencapai 1 juta ton, sedangkan sekarang pada 2021, hanya mencapai 300.000 ton saja, padahal yang mengonsumsi kedelai tambah banyak.

Salah satu saran dari Pepi, yakni bagaimana kedelai bisa sejalan dengan tanaman lain dengan menanamnya di lahan sub optimal atau lahan kritis. "Kita memiliki 6 juta hektare lahan yang potensial yang ditanami kedelai," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Konflik Global

Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Konflik Global

EKONOMI
Gejolak Geopolitik, Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan, Energi, dan Air

Gejolak Geopolitik, Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan, Energi, dan Air

NASIONAL
Prabowo Tegaskan Komitmen RI Atasi Krisis Pangan, Iklim, dan Energi

Prabowo Tegaskan Komitmen RI Atasi Krisis Pangan, Iklim, dan Energi

INTERNASIONAL
Kelaparan Meluas, UNRWA: Warga Gaza Jadi Seperti Zombi Berjalan

Kelaparan Meluas, UNRWA: Warga Gaza Jadi Seperti Zombi Berjalan

INTERNASIONAL
Gibran Ungkap Indonesia Berlimpah Pangan Saat Negara Lain Krisis

Gibran Ungkap Indonesia Berlimpah Pangan Saat Negara Lain Krisis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon