Kelaparan Meluas, UNRWA: Warga Gaza Jadi Seperti Zombi Berjalan
Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:07 WIB
Gaza, Beritasatu.com – Krisis kelaparan di Gaza semakin parah akibat blokade Israel yang membuat pasokan makanan nyaris tidak tersedia. Banyak warga yang kelaparan berhari-hari hingga pingsan, termasuk tenaga kesehatan yang bekerja di garis depan.
“Krisis pangan yang semakin parah berdampak pada semua orang, termasuk mereka yang berusaha menyelamatkan nyawa di wilayah yang dilanda perang,” tulis Philippe Lazzarini, Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), melalui X pada Jumat (25/7/2025).
Menurut Lazzarini, tenaga medis UNRWA hanya hidup dengan satu porsi kecil makanan per hari, sering kali hanya kacang-kacangan. Akibatnya, banyak dokter dan perawat pingsan saat bertugas. Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Dr Mohammed Abu Selmia, mengungkapkan beberapa tenaga medis bahkan bekerja tanpa makan selama dua hari.
Pejabat kesehatan Gaza melaporkan 45 kematian akibat kelaparan dalam empat hari terakhir. UNRWA mencatat satu dari lima anak di Kota Gaza mengalami malanutrisi akut.
“Orang-orang di Gaza tidak hidup maupun mati. Mereka telah menjadi zombi berjalan,” kata Lazzarini mengutip salah satu pekerja lapangan.
Ia memperingatkan kelaparan menyebar diam-diam karena mekanisme bantuan kemanusiaan runtuh dan akses aman terhadap makanan maupun layanan kesehatan hampir hilang sepenuhnya. Ratusan warga dilaporkan tewas akibat tembakan atau kerusuhan saat berusaha mencapai titik distribusi bantuan.
UNRWA menyebut memiliki 6.000 truk bantuan pangan dan medis di Yordania serta Mesir yang belum bisa masuk ke Gaza akibat pembatasan Israel. Sementara itu, upaya gencatan senjata yang dirundingkan di Doha gagal setelah AS dan Israel menarik tim negosiasinya pada 25 Juli 2025.
Hamas menuduh AS memihak Israel, sedangkan Israel menilai media internasional melebih-lebihkan krisis kelaparan dan menyalahkan organisasi kemanusiaan atas lambannya distribusi. Bantuan yang disalurkan melalui Dana Kemanusiaan Gaza (GHF) justru menuai kritik karena memaksa warga menempuh perjalanan jauh ke titik distribusi, memicu lebih dari 1.000 kematian dalam dua bulan terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




