ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kerusuhan Bangladesh, Pengunjuk Rasa Kini Tuntut Sheikh Hasina Mundur

Minggu, 21 Juli 2024 | 06:23 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
PM Bangladesh Sheikh Hasina.
PM Bangladesh Sheikh Hasina. (AP/AP)

Dhaka, Beritasatu.com – Kerusuhan di Bangladesh yang dipicu aksi pengunjuk rasa menuntut dihapuskannya sistem kuota mendapatkan pekerjaan telah menewaskan sebanyak 133 orang hingga Sabtu (20/7/2024). Pengunjuk rasa kini juga menuntut agar Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mundur.

Tuntutan agar Hasina mundur mulai disuarakan sejak jatuhnya korban tewas pertama dari pihak pengunjuk rasa pada Selasa lalu.

"Ini bukan lagi tentang hak-hak mahasiswa. Kami di sini sebagai masyarakat umum sekarang. Tuntutan kami sekarang hanya satu, yaitu pengunduran diri Hasina," kata Hasibul Sheikh (24 tahun), salah seorang pengunjuk rasa.

ADVERTISEMENT

Pemerintah pimpinan Hasina dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menyalahgunakan lembaga negara untuk memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan, dan meredam perbedaan pendapat, termasuk dengan pembunuhan terhadap aktivis oposisi.

Pierre Prakash dari Crisis Group mengatakan bahwa kurangnya pemilu yang kompetitif sejak Hasina menjabat telah menyebabkan meningkatnya frustrasi publik. "Karena tidak ada alternatif nyata di kotak suara, warga Bangladesh yang tidak puas hanya punya sedikit pilihan selain protes jalanan untuk menyampaikan suara mereka," katanya. 

"Meningkatnya jumlah korban tewas merupakan bukti atas ketidaktoleransi mutlak yang ditunjukkan oleh otoritas Bangladesh terhadap protes dan perbedaan pendapat," kata Babu Ram Pant dari Amnesty International. 

Dalam upaya menghentikan pengorganisasian massa, pihak berwenang telah memblokir jaringan internet secara nasional, yang menghambat komunikasi masuk dan keluar dari Bangladesh.

Situs web pemerintah tetap offline dan surat kabar utama termasuk Dhaka Tribune dan Daily Star tidak dapat memperbarui platform media sosial mereka sejak Kamis (18/7/2024) lalu. 

Bangladesh Television, lembaga penyiaran negara, juga tetap offline setelah kantor pusatnya di Dhaka dibakar oleh pengunjuk rasa pada hari yang sama. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon