ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Periksa Mumi Alien Peru, Ilmuwan Temukan 30 Persen Materi Genetiknya Bukan dari Manusia

Selasa, 19 November 2024 | 06:46 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pemeriksaan mumi alien Peru.
Pemeriksaan mumi alien Peru. (Twitter.com/cosmicrabbitt)

Lima, Beritasatu.com - Sosok mumi alien yang ditemukan di Peru telah memicu keingintahuan global, yang menyerukan agar dilakukan penyelidikan internasional mengenai asal-usulnya. Penemuan misterius tersebut, yang telah diberi label berpotensi menjadi terobosan, telah dipamerkan dalam sidang kongres di Peru pada tanggal 9 November 2024.

Jurnalis Jois Mantilla mengungkapkan bahwa pemindaian medis terperinci, termasuk pencitraan CT, telah dilakukan pada spesimen tersebut.

Mantilla, yang berbicara dengan ahli ufologi Meksiko Jaime Maussan, menyatakan antusiasmenya tentang penyajian bukti baru selama sidang kongres, yang mengisyaratkan pengungkapan yang dapat menantang pemahaman konvensional tentang sejarah manusia.

ADVERTISEMENT

Mumi alien Peru tersebut dinamai "Nazca Tridactyls" berdasarkan wilayah Nazca di Peru. Maussan mengeklaim telah menemukan sisa-sisa yang tersembunyi di dalam sebuah gua.

Sosok yang tidak biasa ini, yang terkenal karena tengkoraknya yang memanjang dan tangan berjari tiga, telah memicu perdebatan tentang keasliannya. Para skeptis mempertanyakan apakah mumi tersebut benar-benar makhluk luar angkasa atau hanya tipuan yang rumit.

Para pendukung penemuan ini menunjuk pada pengujian DNA yang dilaporkan mengungkapkan bahwa 30 persen materi genetik pada mumi tersebut tidak diketahui, yang menunjukkan bahwa mumi tersebut mungkin bukan berasal dari manusia.

Mantilla menggambarkan penemuan ini sebagai salah satu penemuan paling signifikan dalam sejarah, dan menekankan perlunya studi lebih lanjut oleh para ahli independen. "Ini adalah spesimen spektakuler yang baru bisa saya akses beberapa hari lalu," katanya.

"Kami telah memperhatikan bahwa karakteristik spesimen ini sangat, sangat khusus. Pada kaki kita telah melihat bahwa proporsi antara jari kaki dan telapak kaki jauh lebih besar daripada bagian lainnya. Kami sedang menyampaikan bukti-bukti kepada komite kebudayaan, konferensi dari berbagai negara yang telah menganalisis jenazah tersebut,” katanya.

"Kami tidak akan melibatkan pembuat boneka dan ahli kerajinan, kami hanya akan melibatkan ilmuwan, data, dan hasil analisis langsung. Saya yakin, ini adalah salah satu penemuan terpenting, tidak hanya dalam sejarah Peru, tetapi juga dalam sejarah dunia. Berasal dari tanah Peru , tetapi merupakan warisan milik kemanusiaan dan kita semua berhak mengetahui jawaban dan asal usul makhluk ini,” ungkap Mantilla.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon