Mobil Pemakaman Paus Fransiskus Ternyata Cuma Pikap Harga Rp 197 Juta
Sabtu, 26 April 2025 | 19:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Paus Fransiskus memang memiliki banyak Mobil Kepausan, dari Lamborghini, Mercedes-Benz, hingga Jeep. Namun uniknya, dalam prosesi pemakamannya yang berlangsung Sabtu (26/4/2025), kendaraan yang dipilih justru sebuah pikap lawas produksi 2018.
Berdasarkan penelusuran Beritasatu.com, mobil tersebut adalah Dodge Ram 1500 keluaran 2018. Saat pertama diluncurkan, harga pikap ini sekitar US$ 15.295, atau setara Rp 197 juta jika dijual di Indonesia.
Di Amerika Serikat, Dodge Ram 1500 umumnya digunakan untuk kebutuhan fungsional, seperti membantu pekerjaan petani dan buruh bangunan. Mobil ini dibuat bukan untuk bergaya, melainkan untuk keperluan kerja keras.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Vatikan mengenai alasan pemilihan Dodge Ram 1500 sebagai mobil terakhir Paus Fransiskus. Tidak diketahui pula apakah penggunaan pikap ini merupakan bagian dari wasiat pribadi Paus.

Yang jelas, prosesi pemakaman ini mencerminkan prinsip yang selalu dipegang Paus Fransiskus: kesederhanaan, kerendahan hati, dan pelayanan. Tak ada kemewahan seperti pada pemakaman paus-paus sebelumnya.
Mulai dari penggunaan peti mati kayu sederhana tanpa ornamen mewah, hingga lokasi peristirahatan di luar area utama Vatikan, dan kini Mobil Kepausan yang hanya sebuah pikap lawas. Semuanya justru menunjukkan tekad Paus Fransiskus untuk dikenang sebagai pelayan umat, bukan sebagai tokoh agung.
Paus Fransiskus, lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, meninggal dunia pada usia 88 tahun di hari Senin Paskah. Upacara pemakamannya dijadwalkan berlangsung di Lapangan Santo Petrus dan akan dihadiri para pemimpin dunia serta tokoh lintas agama.
Meskipun sorotan dunia tertuju pada acara ini, suasananya tetap dibuat sederhana, sesuai dengan semangat reformasi yang Paus Fransiskus canangkan selama hidupnya. Seperti dilaporkan Newsweek, ini sejalan dengan pedoman pemakaman baru Gereja Katolik yang disusun atas instruksi Paus sendiri pada tahun 2024, yang menegaskan bahwa paus adalah pelayan umat dan uskup Roma, bukan penguasa.

"Paus tidak ingin ditinggikan, baik secara simbolik maupun harfiah," tulis Newsweek.
Berbagai tradisi pemakaman paus sebelumnya juga ditinggalkan. Paus Fransiskus secara sadar memilih untuk tidak menggunakan tiga lapis peti mati ataupun dimakamkan di dalam gua Vatikan seperti para pendahulunya.
Dalam surat wasiatnya yang dirilis Vatikan pada Senin (21/4/2025), Paus Fransiskus bahkan hanya meminta satu kata untuk dituliskan di batu nisannya: Franciscus.
Tak hanya itu, menurut Chris White, jurnalis Vatikan dari National Catholic Reporter, Paus Fransiskus juga meminta agar tubuhnya tidak dipajang untuk penghormatan berlebihan. "Ia ingin mengirimkan pesan yang jelas: bukan tentang kemegahan, tapi tentang kesederhanaan," ujar White kepada The Guardian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




