ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maskapai Air India Ditegur karena Telat Ganti Komponen Mesin A320

Jumat, 4 Juli 2025 | 19:44 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Air India.
Air India. (AP Photo/Istimewa)

New Delhi, Beritasatu.com - Maskapai berbiaya rendah Air India Express mendapat teguran dari otoritas penerbangan India (DGCA) pada Maret 2025. Hal ini terkait keterlambatan penggantian komponen mesin pesawat Airbus A320 yang diwajibkan oleh regulator keselamatan penerbangan Uni Eropa (EASA).

Melansi Reuters, Jumat (4/7/2025), dalam dokumen pemerintah yang diperoleh, disebutkan juga dugaan manipulasi catatan perawatan untuk seolah-olah menunjukkan kepatuhan.

Dalam pernyataannya, Air India Express mengakui kesalahan tersebut dan menyatakan telah mengambil langkah perbaikan serta tindakan pencegahan untuk mencegah kejadian serupa.

ADVERTISEMENT

Air India Group, yang berada di bawah kepemilikan Tata Group, belakangan memang berada di bawah sorotan tajam, khususnya setelah kecelakaan fatal Boeing Dreamliner di Ahmedabad pada Juni lalu yang menewaskan hampir seluruh penumpang.

Masalah teknis pada mesin pesawat Airbus milik Air India Express ini muncul beberapa bulan sebelum insiden tersebut, tepatnya pada 18 Maret 2025.

Selain itu, induk perusahaannya, Air India, juga mendapat peringatan karena keterlambatan inspeksi slide pelarian pada tiga pesawat Airbus serta pelanggaran terkait jam kerja pilot.

Menurut catatan EASA 2023, telah diterbitkan arahan keselamatan yang mewajibkan penggantian komponen pada mesin CFM International LEAP-1A karena ditemukan potensi cacat produksi.

Apabila tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu kerusakan serius hingga membahayakan kendali pesawat akibat pelepasan serpihan berenergi tinggi.

Memo rahasia pemerintah India kepada Air India Express mengungkap bahwa pada salah satu armadanya, VT-ATD, penggantian komponen wajib tidak dilakukan dalam batas waktu yang ditetapkan. Bahkan, dokumen pemeliharaan dalam sistem perangkat lunak AMOS diduga telah dimanipulasi untuk menunjukkan bahwa pekerjaan telah dilakukan tepat waktu.

Pesawat VT-ATD diketahui melayani rute domestik dan sejumlah tujuan internasional, seperti Dubai dan Muscat. Dalam memo tersebut, disebutkan bahwa kelalaian ini menunjukkan kegagalan manajemen dalam menjamin mutu perawatan.

Menanggapi hal ini, Air India Express menjelaskan bahwa keterlambatan penggantian komponen terjadi akibat perpindahan data dalam sistem perangkat lunak perawatan mereka. Setelah ditemukan, masalah tersebut langsung ditindaklanjuti.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) mengambil langkah administratif, termasuk mencopot manajer mutu dan memberhentikan sementara wakil manajer bagian kelaikan udara.

"Masalah seperti ini seharusnya segera ditangani. Ini kelalaian fatal, apalagi jika pesawat melintasi wilayah laut atau bandara yang memiliki keterbatasan," ujar mantan ahli hukum Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India Vibhuti Singh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

INTERNASIONAL
Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

INTERNASIONAL
Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

BALI
Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

INTERNASIONAL
Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

INTERNASIONAL
Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat

Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon