ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Netanyahu dan Trump Hentikan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza

Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:27 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Pertemuan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu di Washington.
Pertemuan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu di Washington. (YouTube.com/Hindustan Times)

Gaza, Beritasatu.com - Di tengah penderitaan yang terus memburuk di Jalur Gaza, upaya gencatan senjata kembali menemui jalan buntu. Pada Jumat (25/7/2025) lalu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan secara terbuka bahwa mereka telah meninggalkan proses negosiasi dengan kelompok Hamas.

Kedua tokoh itu sepakat Hamas tidak menunjukkan itikad baik untuk mencapai kesepakatan damai. Netanyahu bahkan mengungkap bahwa Israel sedang mempertimbangkan langkah "alternatif" demi dua tujuan utama, membebaskan para sandera yang masih ditahan dan mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza.

Sinyal Keras dari Trump dan Ketegangan yang Meningkat

Trump, dalam pernyataan yang tak kalah tajam, menyebut Hamas tampaknya tidak ingin berdamai dan justru mengarah pada kehancuran.

ADVERTISEMENT

“Mereka ingin mati. Dan itu sangat buruk,” ujar Trump kepada media, dikutip dari Reuters pada Sabtu (26/7/2025).

Ia meyakini saat ini para pemimpin Hamas akan menjadi target utama pencarian dan serangan.

Pernyataan dari kedua pemimpin ini mengindikasikan bahwa jalan menuju perundingan damai semakin tertutup, paling tidak untuk jangka pendek. Hal ini datang di saat kekhawatiran global meningkat terkait krisis kemanusiaan di Gaza.

Macron Akui Palestina

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat langkah diplomatik penting dengan menyatakan bahwa Paris akan menjadi kekuatan besar pertama di Barat yang secara resmi mengakui negara Palestina.

Inggris dan Jerman belum mengikuti langkah tersebut, tetapi keduanya turut mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata di Gaza.

PM Inggris Keith Starmer menegaskan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina hanya bisa terjadi sebagai bagian dari kesepakatan damai menyeluruh. Trump menepis langkah Macron secara blak-blakan.

“Apa yang dia katakan tidak penting,” katanya

Meski demikian, ia kemudian menambahkan bahwa Macron adalah "orang yang baik".

Negosiasi Gagal, Israel dan AS Tarik Delegasi dari Qatar

Israel dan AS secara resmi menarik delegasi mereka dari pembicaraan gencatan senjata yang digelar di Qatar. Keputusan itu diambil setelah Hamas memberikan tanggapan terhadap proposal yang diajukan.

Meski awalnya sumber-sumber mengatakan penarikan itu sekadar untuk konsultasi, pernyataan Netanyahu belakangan mengindikasikan perubahan sikap Israel yang lebih keras. Utusan AS Steve Witkoff menyalahkan Hamas atas kebuntuan ini, dan Netanyahu mendukung sikap tersebut.

Namun, Hamas melalui Basem Naim justru menyebut proses negosiasi bersifat konstruktif. Ia menegaskan pihaknya menyampaikan proposal dengan kesadaran akan kompleksitas situasi, namun tetap terbuka untuk kesepakatan.

Jalan Menuju Damai Terjal

Meski negosiasi terhenti, mediator dari Qatar dan Mesir menyebut proses masih berlangsung dan jeda ini merupakan bagian normal dari dinamika perundingan. Mereka tetap optimis bahwa gencatan senjata masih dapat dicapai.

Proposal yang tengah dibahas sejatinya bertujuan menghentikan pertempuran selama 60 hari, membebaskan sekitar 50 sandera, serta memungkinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza.

Namun, hambatan utama adalah soal penarikan pasukan Israel dan ketidakjelasan setelah masa jeda berakhir. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir justru menyerukan penaklukan penuh Gaza dan mendorong emigrasi serta pembangunan permukiman Yahudi baru.

Upaya mencapai gencatan senjata Gaza kini memasuki masa kritis. Saat para pemimpin dunia berselisih pendapat dan warga sipil terus menderita, satu hal menjadi jelas, jalan menuju damai tidak akan mudah selama kepercayaan dan niat tulus tak benar-benar hadir di meja perundingan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Alihkan Misi di Gaza ke Pasukan Stabilitas Internasional

AS Alihkan Misi di Gaza ke Pasukan Stabilitas Internasional

INTERNASIONAL
Masih Kendalikan Gaza, Hamas Jadi Tantangan Dewan Perdamaian Trump

Masih Kendalikan Gaza, Hamas Jadi Tantangan Dewan Perdamaian Trump

INTERNASIONAL
Prabowo Hadiri Board of Peace Bahas Gaza

Prabowo Hadiri Board of Peace Bahas Gaza

INTERNASIONAL
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

INTERNASIONAL
Refleksi Perayaan Tahun Baru 2026 dari Sydney hingga Gaza

Refleksi Perayaan Tahun Baru 2026 dari Sydney hingga Gaza

INTERNASIONAL
Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, Serangan Israel Renggut 5 Nyawa

Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, Serangan Israel Renggut 5 Nyawa

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon