ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis Kelaparan, Hampir Sepertiga Warga Gaza Tak Makan Berhari-hari

Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:41 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Yazan Abu Ful, seorang anak berusia 2 tahun yang kekurangan gizi, duduk di di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza.
Yazan Abu Ful, seorang anak berusia 2 tahun yang kekurangan gizi, duduk di di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza. (AP/AP)

Dubai, Beritasatu.com - Badan pangan PBB menyebut hampir sepertiga penduduk Gaza tidak makan selama berhari-hari, yang menandai krisis pangan di wilayah tersebut telah mencapai tingkat keputusasaan yang baru dan mencengangkan.

Program Pangan Dunia (WFP) yang berbasis di Roma sebelumnya memperingatkan risiko kelaparan kritis di Gaza. Menurut WFP, hampir satu dari tiga penduduk Gaza tidak makan selama berhari-hari, sementara 90.000 perempuan dan anak sangat membutuhkan perawatan.

Sebanyak 470.000 orang diperkirakan menghadapi kelaparan katastrofik, kategori paling kritis berdasarkan klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu PBB, pada periode Mei–September 2025.

ADVERTISEMENT

“Bantuan pangan adalah satu-satunya jalan bagi masyarakat untuk bertahan hidup karena harga pangan melonjak tinggi. Banyak korban meninggal karena minimnya bantuan kemanusiaan,” tegas WFP.

Organisasi kemanusiaan juga memperingatkan meningkatnya jumlah anak-anak penderita gizi buruk di Gaza yang selama berbulan-bulan terisolasi akibat blokade bantuan Israel di tengah konflik dengan Hamas.

Sementara itu dikabatkan, Israel akan mengizinkan negara asing mengirimkan bantuan ke Gaza, pada Jumat (25/7/2025), seperti dilaporkan radio militer Israel mengutip seorang pejabat militer. Namun, juru bicara militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Otoritas kesehatan Gaza sebelumnya menyebutkan lebih dari 100 orang meninggal akibat kelaparan sejak Israel menghentikan pasokan ke wilayah itu pada Maret 2025. Israel, yang berperang dengan kelompok militan Palestina Hamas sejak Oktober 2023, sempat mencabut blokade pada Mei 2025 lalu, tetapi tetap menerapkan pembatasan ketat demi mencegah pengalihan bantuan ke kelompok militan.

Dalam dua minggu pertama Juli, badan anak-anak PBB UNICEF telah merawat sedikitnya 5.000 anak yang mengalami gizi buruk akut di Gaza. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa Gaza menghadapi kelaparan massal buatan manusia akibat blokade bantuan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE
Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

INTERNASIONAL
Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon