Bukan Putin, Trump Sebut Ukraina yang Hambat Perdamaian dengan Rusia
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:34 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Ukraina lah yang menghambat peluang tercapainya kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang telah berlangsung hampir empat tahun terakhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat wawancara dengan Reuters di Gedung Putih pada pertengahan pekan ini. Menurut laporan Reuters, Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin siap mengakhiri perang, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum memberikan kepastian.
"Saya pikir dia (Putin) siap untuk membuat kesepakatan. Saya pikir Ukraina yang kurang siap untuk membuat kesepakatan perdamaian,” kata Trump, dikutip dari Fox News, Sabtu (17/1/2026).
Saat ditanya mengapa intervensi AS belum berhasil mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, Trump singkat menjawab, “Zelensky,”
Orang nomor satu di AS itu juga menolak menjelaskan secara rinci mengapa ia menilai Zelensky menahan diri. Ia hanya menyatakan, dirinya menyakini presiden Ukraina menghadapi kesulitan dalam mencapai kesepakatan soal perjanjian perdamaian.
Meski demikian, Trump menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Zelensky di World Economic Forum yang dijadwalkan digelar pada 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss.
Komentar Trump ini kontras dengan pernyataan beberapa pemimpin Eropa, salah satunya dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ursula pada Minggu (11/1/2026), menyatakan justru tanggung jawab krusial atas tercapainya perdamaian ada pada Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




