Ketika Zelensky Curhat Trump Lebih Sering Tekan Ukraina daripada Rusia
Minggu, 15 Februari 2026 | 18:36 WIB
Kiev, Beritasatu.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Amerika Serikat (AS) terlalu sering menekan Ukraina dibandingkan Rusia, untuk segera memberikan konsesi dalam proses perdamaian.
Zelensky menyatakan harapan akan terwujudnya perundingan perdamaian yang dimediasi AS dengan Rusia pekan depan. Namun, pada saat yang bersamaan Zalensky menganggap negaranya terlalu sering didorong lebih dan diminta membuat konsesi dan mendesak sekutunya memberikan jaminan keamanan yang jelas, dilansir dari Al Jazeera, Minggu (15/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky dalam Konferensi Keamanan Munich yang digelar di Munich, Jerman pada Sabtu (14/2/2026), bersamaan dengan Trump yang tengah berupaya menengahi kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.
Ukraina dan Rusia, yang terlibat berperang sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, diketahui sejauh ini telah menggelar dua putaran pembicaraan di Abu Dhabi yang dimediasi AS. Kedua pihak menyebut pertemuan itu konstruktif, meski belum menghasilkan kesepakatan signifikan apa pun.
Pada pekan depan, Ukraina, Rusia dan AS dijadwalkan kembali bertemu di Jenewa, Swiss. Zelensky berharap pembicaraan trilateral pada 17-18 Februari 2026 itu akan serius, substantif, dan bermanfaat bagi semua pihak.
“Tetapi jujur saja, terkadang terasa seperti kedua pihak membicarakan hal-hal yang sama sekali berbeda. AS sering kembali ke topik konsesi, dan konsesi tersebut terlalu seringnya hanya dibahas dalam konteks Ukraina, bukan Rusia,” pungkas Zelensky.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




