ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

World Economic Forum Diprotes Keras gegara Mengundang Menlu Iran

Senin, 19 Januari 2026 | 10:29 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Pendiri World Economic Forum, Klaus Schwab.
Pendiri World Economic Forum, Klaus Schwab. (AP Photo/Markus Schreiber/File)

Davos, Beritasatu.com – World Economic Forum (WEF) tengah diserbu karena mengundang Iran untuk hadir di gelaran forum ekonomi internasional tersebut yang diselenggarakan 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss. 

Mengutip laporan Fox News, Senin (19/1/2026), kelompok pengawas Iran, United Against Nuclear Iran (UANI), mengirimkan surat kepada Presiden WEF Borge Brende pada Jumat (16/1/2026). Dalam surat tersebut, UANI mendesak WEF agar tidak mengundang pejabat mana pun dari Iran.

UANI menyebutkan, hingga kini WEF tidak menanggapi surat tersebut. Bahkan, pihak WEF justru memasukkan sesi wawancara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke dalam jadwal acara pada Minggu waktu setempat. 

ADVERTISEMENT

CEO UANI Mark Wallace yang juga sekaligus mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam suratnya menyatakan pemerintah Iran telah melakukan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri yang terlibat dalam aksi protes selama beberapa pekan terakhir.

"Baru bulan ini, rezim Iran telah melakukan apa yang diyakini sebagian orang sebagai pembantaian terbesar dalam sejarahnya," tulis Mark kepada Brende. 

Ia juga menyoroti posisi Abbas Araghchi yang disebut sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau Supreme National Security Council (SNSC).

"Araghchi adalah anggota SNSC yang dilaporkan mengeluarkan perintah untuk menggunakan tembakan langsung terhadap warga sipil Iran yang berdemonstrasi,” tegas Mark. 

Lebih lanjut, Mark mengutip laporan sejumlah kelompok hak asasi manusia mengenai jumlah korban jiwa dalam aksi protes tersebut. Ia menyebut pemerintah Iran telah membunuh sedikitnya 12.000 hingga 20.000 warga Iran selama beberapa hari sepanjang Januari 2026, saat mereka menggunakan hak fundamental untuk berdemonstrasi menentang Ayatollah Ali Khamenei dan pemerintahan yang dipimpinnya.

"Mengundang pejabat Iran seperti Araghchi, yang menutupi catatan sejarah ini sangatlah menyinggung dan sama sekali tidak pantas untuk ditampilkan di forum yang digelar dengan tema semangat berdialog. Alih-alih dialog, Iran justru menawarkan peluru kepada warga Iran yang pemberani ini," pungkas Mark.

Hingga berita ini diturunkan, WEF belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Fox News terkait polemik tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hadiri WEF, Presiden Prabowo Tekankan Stabilitas dan Kolaborasi

Hadiri WEF, Presiden Prabowo Tekankan Stabilitas dan Kolaborasi

EKONOMI
Airlangga Bidik Investasi dari Nvidia hingga Amazon

Airlangga Bidik Investasi dari Nvidia hingga Amazon

EKONOMI
WEF Davos 2026 Momentum Perkuat Industri Nasional

WEF Davos 2026 Momentum Perkuat Industri Nasional

EKONOMI
Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan

Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan

EKONOMI
Kala Danantara Jadi Ujung Tombak Tarik Investor di WEF Davos

Kala Danantara Jadi Ujung Tombak Tarik Investor di WEF Davos

EKONOMI
Kadin: Elektrifikasi Jadi Kunci Pertumbuhan Indonesia

Kadin: Elektrifikasi Jadi Kunci Pertumbuhan Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon