WEF Davos 2026 Momentum Perkuat Industri Nasional
Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos merupakan momentum strategis untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, arah kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah difokuskan pada pendalaman struktur industri, peningkatan keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta perluasan jejaring industri nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah berkomitmen agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya bersifat finansial, melainkan mampu memperkuat kapabilitas industri nasional melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan keterkaitan rantai pasok domestik, serta integrasi industri nasional ke dalam rantai pasok produksi global.
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave, tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujar Agus, Sabtu (24/1/2026).
Agus menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidatonya pada WEF Annual Meeting 2026.
Pada forum tersebut, Indonesia menegaskan diri sebagai negara yang stabil, kredibel, serta memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global, sekaligus berkomitmen memajukan industri dalam negeri secara signifikan.
Prabowo juga menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional. Kehadiran Danantara diharapkan membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.
“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkap Agus.
Ia menegaskan, investasi berkualitas akan diarahkan ke sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional. Setiap investasi baru dipastikan memberikan dampak nyata terhadap penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia industri, serta integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global.
“Jadi, sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




