Momen Prabowo Guyon Soal Pramono Anung di Depan Ribuan Buruh
Jumat, 1 Mei 2026 | 09:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) berlangsung cair dan penuh sentuhan humor. Gaya komunikasinya yang santai langsung mencairkan suasana di tengah ribuan massa.
Prabowo membuka sambutannya dengan guyonan yang menyinggung kesamaan nama dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung. Candaan tersebut disambut tawa dan tepuk tangan para buruh yang hadir.
“Yang saya hormati Pramono Anung Wibowo, 'bowo'-nya sama tetapi beda partai. Namun, untuk buruh tidak ada sekat partai apa pun,” ujar Prabowo.
Guyonan itu menjadi pembuka yang efektif sebelum masuk ke pesan utama. Presiden menegaskan isu kesejahteraan buruh harus menjadi kepentingan bersama, tanpa dibatasi perbedaan politik.
Menurut Prabowo, pemerintah membuka ruang kolaborasi lintas partai dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia menilai perbedaan afiliasi politik tidak boleh menjadi penghalang dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada buruh.
Pada sisi lain, Perwakilan buruh Ely Rosita Silaban menyampaikan sejumlah tuntutan di hadapan Presiden. Salah satu poin utama adalah dorongan agar pemerintah segera meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 terkait perlindungan pekerja sektor perikanan.
Tuntutan tersebut sejalan dengan aspirasi buruh dalam beberapa tahun terakhir yang menilai ratifikasi konvensi ILO penting untuk melindungi pekerja di sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu, buruh juga menyoroti perlunya pembaruan regulasi ketenagakerjaan. Isu yang diangkat meliputi sistem kontrak kerja, pengupahan, serta praktik outsourcing yang dinilai masih merugikan pekerja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




