May Day di Bandung Ricuh, Farhan: Aksi Anarkistis Tak Dibenarkan
Senin, 4 Mei 2026 | 14:09 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyesalkan aksi ricuh yang dilakukan sekelompok massa berpakaian hitam saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Tamansari, Bandung.
Kericuhan tersebut menyebabkan kerusakan hingga pembakaran sejumlah fasilitas publik, termasuk berdampak pada warga sekitar.
"Kebebasan berpendapat tentu dihargai, tetapi ketika menjadi kerusuhan, harus dihentikan,” kata Farhan di Bandung, dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026).
Farhan menegaskan, Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan sebenarnya telah mengantisipasi potensi gangguan sejak sebelum aksi berlangsung.
“Kita sudah melakukan siskamling dan ronda di seluruh wilayah. Warga jaga warga, warga jaga kota bersama kepolisian, sehingga kejadian hanya terjadi di satu titik di Tamansari,” ujar dia.
Meski demikian, ia menekankan kebebasan menyampaikan pendapat tetap dilindungi, selama tidak melanggar hukum dan ketertiban umum.
“Pembentangan spanduk kita hargai, tetapi begitu mulai pembakaran, tentu harus kita cegah. Yang paling kasihan, ada warung kecil yang ikut terbakar. Ini yang harus kita lindungi,” kata Farhan.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dari tujuh orang yang sebelumnya diamankan seusai kericuhan May Day tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut para tersangka diduga terlibat dalam aksi anarkis yang merusak fasilitas publik di kawasan Tamansari.
“Aksi tersebut mengakibatkan terbakarnya satu unit videotron, satu pos polisi, serta perusakan fasilitas publik berupa lampu lalu lintas,” kata Hendra.
Ia menjelaskan, keenam tersangka mayoritas berstatus pelajar, yakni MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21), dan HIS (20). Penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Mereka terbukti melakukan tindak pidana pembakaran, penghasutan, dan perusakan secara bersama-sama,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah momentum peringatan May Day yang seharusnya berlangsung damai. Pemerintah daerah dan aparat keamanan pun menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat dari dampak aksi anarkis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




