5 Fakta Kericuhan Parlemen Turki, Anggota DPR Sampai Baku Hantam!
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Parlemen Turki kembali menjadi panggung ketegangan politik yang berujung pada aksi saling dorong dan baku hantam antaranggota legislatif.
Insiden yang terjadi di Gedung Majelis Nasional Agung Turki (Turkish Grand National Assembly) di Ankara pada 11 Februari 2026 memperlihatkan bagaimana perdebatan politik yang memanas dapat berubah menjadi kekerasan fisik di ruang sidang resmi.
Peristiwa ini bukan kejadian pertama dalam beberapa tahun terakhir. Dinamika politik yang tajam antara partai berkuasa dan oposisi membuat suasana debat di parlemen kerap berlangsung keras, bahkan beberapa kali berakhir ricuh.
Fakta Kericuan di Parlemen Turki
Dihimpun Beritasatu.com dari berbagau sumber, berikut lima fakta penting yang merangkum insiden terbaru sekaligus rangkaian kejadian serupa sebelumnya.
1. Kericuhan pecah saat pengambilan sumpah menteri kehakiman baru
Keributan terjadi pada Rabu (11/2/2026), ketika anggota oposisi berusaha menghalangi proses pengambilan sumpah menteri kehakiman yang baru ditunjuk oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan.
Penunjukan tersebut memicu keberatan keras dari kubu oposisi karena sosok yang diangkat, Akin Gurlek, sebelumnya menjabat sebagai kepala Kejaksaan Istanbul dan terlibat dalam penanganan kasus yang menyasar tokoh oposisi populer.
Oposisi menilai pengangkatannya sarat kepentingan politik dan tidak sesuai prosedur. Sebaliknya, koalisi penguasa menegaskan bahwa proses tersebut telah memenuhi ketentuan konstitusi. Perbedaan pandangan ini dengan cepat berubah menjadi ketegangan terbuka di dalam ruang sidang.
2. Adu dorong dan pukulan terjadi di ruang sidang
Situasi yang semula berupa perdebatan verbal berkembang menjadi konfrontasi fisik. Sejumlah anggota parlemen saling mendorong dan memukul. Meja-meja di ruang sidang ikut terdorong dalam kericuhan tersebut.
Dilaporkan bahwa seorang anggota dari Partai AKP memukul politisi oposisi hingga menyebabkan hidungnya berdarah.
Cuplikan video yang beredar memperlihatkan adu pukul antara legislator dari partai berkuasa (AKP) dan oposisi (CHP), termasuk aksi saling dorong di lantai parlemen.
Media internasional menayangkan langsung momen tersebut, menggambarkan betapa tegangnya suasana di Parlemen Turki saat itu.
Akibat keributan, sidang dihentikan selama sekitar 15 menit untuk memulihkan ketertiban. Setelah situasi terkendali, prosesi pengambilan sumpah tetap dilanjutkan di bawah pengawasan ketat.
3. Ketegangan berakar pada isu sensitif kebebasan dan kehakiman
Di balik bentrokan fisik, terdapat perdebatan yang lebih luas terkait kebebasan sipil dan independensi lembaga kehakiman di Turki. Pengangkatan menteri baru dinilai sebagian pihak sebagai bagian dari dinamika politik yang lebih besar.
Media internasional menyoroti bahwa jabatan baru tersebut tidak bisa dilepaskan dari kontroversi politik yang sudah berkembang sebelumnya. Dengan demikian, insiden di Parlemen Turki bukan semata persoalan prosedural, melainkan cerminan polarisasi politik yang mendalam.
4. Bukan insiden pertama
Kericuhan 11 Februari 2026 menambah daftar panjang insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Agustus 2024, sidang yang membahas status seorang anggota parlemen yang dipenjara berakhir ricuh. Anggota dari Partai AKP dan Partai Pekerja Turki (TIP) terlibat perkelahian fisik.
Dalam kejadian tersebut, seorang anggota didorong hingga terjatuh ke lantai dan dipukul lebih dari satu kali. Sejumlah anggota lain menuding oposisi berupaya membungkam suara mereka melalui tekanan dan kekerasan.
Sementara itu, pemimpin oposisi dari Republik People’s Party (CHP) menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang memalukan bagi lembaga legislatif.
Pada 22 Desember 2025, bentrokan kembali terjadi ketika parlemen membahas anggaran negara 2026. Perselisihan bermula dari kritik terhadap pimpinan oposisi, kemudian berkembang menjadi adu dorong dan saling pukul antara anggota partai berkuasa dan oposisi.
Keributan berlangsung sekitar 10 menit sebelum akhirnya mereda. Meski sempat diwarnai ketegangan fisik, rancangan undang-undang anggaran tetap disahkan.
Presiden Erdoğan kemudian memuji keputusan tersebut melalui akun X, menyatakan bahwa anggaran itu akan membawa kebaikan bagi negara, bangsa, dan ekonomi Turki.
5. Faktor pemicu dan dampaknya bagi demokrasi
Sejumlah faktor kerap muncul sebagai pemicu kericuhan di Parlemen Turki. Perbedaan tajam antara partai berkuasa (AKP) dan oposisi membuat debat sering berubah menjadi perselisihan personal.
Isu-isu sensitif seperti penunjukan pejabat tinggi atau status anggota parlemen yang dipenjara juga kerap menjadi pemantik langsung konfrontasi. Selain itu, pernyataan bernada provokatif dalam pidato parlemen acap kali memicu reaksi keras hingga berujung kontak fisik.
Insiden-insiden ini menuai kritik dari dalam dan luar negeri. Banyak pihak menilai bahwa kekerasan di gedung parlemen mencederai martabat lembaga demokrasi dan memperlihatkan tingginya tensi politik di Turki.
Sejumlah analis berpendapat bahwa peristiwa semacam ini dapat memengaruhi persepsi internasional terhadap stabilitas politik Turki. Pada sisi lain, masyarakat domestik terbelah antara dukungan kuat terhadap pemerintah dan kritik tajam dari kubu oposisi.
Pemerintah melalui pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Ajansı menyatakan, “Kami mengecam kekerasan, tetapi agenda legislatif tetap harus berjalan sesuai hukum”. Presiden Erdoğan dan partai berkuasa AKP juga menegaskan bahwa pengangkatan pejabat merupakan hak prerogatif kabinet yang sesuai konstitusi.
Kericuhan pada 11 Februari 2026 menunjukkan bahwa ketegangan politik di Parlemen Turki masih berada pada level tinggi. Bentrokan fisik yang terjadi bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari rangkaian konflik legislatif sejak 2024 hingga 2026.
Perbedaan tajam antara partai berkuasa dan oposisi, isu politik sensitif, serta retorika keras menjadi faktor yang berulang kali memicu konfrontasi. Ke depan, publik dan komunitas internasional akan terus memantau bagaimana Parlemen Turki menjaga marwah demokrasi di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




