Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat
Senin, 16 Februari 2026 | 06:02 WIB
Di London, sejumlah keluarga korban telah mengajukan gugatan cedera pribadi ke Pengadilan Tinggi London terhadap Air India. Pengacara dari Keystone Law, James Healy-Pratt, mengatakan proses hukum telah didaftarkan.
"Langkah ini berlangsung di tengah rencana negosiasi tertutup di London. Kami berharap para pihak dapat menyelesaikan klaim melalui dialog tanpa perlu menjalani persidangan di Divisi King’s Bench Pengadilan Tinggi London,” tuturnya.
Secara terpisah, keluarga empat penumpang juga menggugat Boeing di Amerika Serikat pada September 2025. Gugatan tersebut menuding kecelakaan terjadi akibat sakelar bahan bakar yang diduga bermasalah dan diproduksi oleh Honeywell.
Laporan investigasi awal menyebutkan sekitar tiga detik setelah lepas landas, sakelar pemutus bahan bakar mesin berpindah hampir bersamaan dari posisi “run” ke “cutoff”, sehingga mesin kehilangan pasokan bahan bakar.
Dalam laporan tersebut disebutkan salah satu pilot terdengar bertanya mengapa bahan bakar diputus, sementara pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya.
Kurang dari 10 detik kemudian, kedua sakelar dikembalikan ke posisi aktif. Tak lama berselang, pilot sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum pesawat akhirnya jatuh.
Juru bicara Air India menyatakan, setelah pembayaran sementara dilakukan, pihaknya memastikan jumlah kompensasi final yang ditawarkan kepada setiap keluarga telah adil dan sesuai hukum, serta disampaikan secara transparan dan penuh empati.
"Air India tetap berkomitmen melakukan segala hal yang dapat kami lakukan untuk mendukung setiap keluarga terdampak melalui proses sulit ini,” jelasnya.
"Kami sepenuhnya memahami bahwa kompensasi finansial tidak dapat menggantikan kehilangan orang tercinta. Namun kejelasan mengenai kompensasi akhir menjadi momen penting bagi keluarga yang terdampak tragedi ini,” tambah Air India.
Setelah kecelakaan tragis yang melibatkan AI171 pada Juni, Air India mengeklaim telah mengambil berbagai langkah proaktif dan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan setiap penerbangan memenuhi standar keselamatan dan layanan global tertinggi.
Maskapai menyebut langkah tersebut mencakup inspeksi armada, penghentian sementara operasional untuk evaluasi keselamatan, peningkatan protokol dan pelatihan, serta pemulihan bertahap penerbangan internasional.
Sementara itu, Boeing belum memberikan komentar terbaru dan sebelumnya menyatakan akan menunggu hasil investigasi resmi otoritas India.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




