ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat

Senin, 16 Februari 2026 | 06:02 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasca insiden maut di Ahmedabad pada 12 Juni 2025, maskapai Air India sejauh ini telah membatalkan hingga 66 penerbangan.
Pasca insiden maut di Ahmedabad pada 12 Juni 2025, maskapai Air India sejauh ini telah membatalkan hingga 66 penerbangan. (Bloomberg)

Di London, sejumlah keluarga korban telah mengajukan gugatan cedera pribadi ke Pengadilan Tinggi London terhadap Air India. Pengacara dari Keystone Law, James Healy-Pratt, mengatakan proses hukum telah didaftarkan.

"Langkah ini berlangsung di tengah rencana negosiasi tertutup di London. Kami berharap para pihak dapat menyelesaikan klaim melalui dialog tanpa perlu menjalani persidangan di Divisi King’s Bench Pengadilan Tinggi London,” tuturnya.

Secara terpisah, keluarga empat penumpang juga menggugat Boeing di Amerika Serikat pada September 2025. Gugatan tersebut menuding kecelakaan terjadi akibat sakelar bahan bakar yang diduga bermasalah dan diproduksi oleh Honeywell.

Laporan investigasi awal menyebutkan sekitar tiga detik setelah lepas landas, sakelar pemutus bahan bakar mesin berpindah hampir bersamaan dari posisi “run” ke “cutoff”, sehingga mesin kehilangan pasokan bahan bakar.

ADVERTISEMENT

Dalam laporan tersebut disebutkan salah satu pilot terdengar bertanya mengapa bahan bakar diputus, sementara pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya.

Kurang dari 10 detik kemudian, kedua sakelar dikembalikan ke posisi aktif. Tak lama berselang, pilot sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum pesawat akhirnya jatuh.

Juru bicara Air India menyatakan, setelah pembayaran sementara dilakukan, pihaknya memastikan jumlah kompensasi final yang ditawarkan kepada setiap keluarga telah adil dan sesuai hukum, serta disampaikan secara transparan dan penuh empati.

"Air India tetap berkomitmen melakukan segala hal yang dapat kami lakukan untuk mendukung setiap keluarga terdampak melalui proses sulit ini,” jelasnya.

"Kami sepenuhnya memahami bahwa kompensasi finansial tidak dapat menggantikan kehilangan orang tercinta. Namun kejelasan mengenai kompensasi akhir menjadi momen penting bagi keluarga yang terdampak tragedi ini,” tambah Air India.

Setelah kecelakaan tragis yang melibatkan AI171 pada Juni, Air India mengeklaim telah mengambil berbagai langkah proaktif dan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan setiap penerbangan memenuhi standar keselamatan dan layanan global tertinggi.

Maskapai menyebut langkah tersebut mencakup inspeksi armada, penghentian sementara operasional untuk evaluasi keselamatan, peningkatan protokol dan pelatihan, serta pemulihan bertahap penerbangan internasional.

Sementara itu, Boeing belum memberikan komentar terbaru dan sebelumnya menyatakan akan menunggu hasil investigasi resmi otoritas India.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

EKONOMI
Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

INTERNASIONAL
Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

INTERNASIONAL
Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

BALI
Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

INTERNASIONAL
Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon