Indonesia Serukan Pakistan-Afghanistan Selesaikan Konflik secara Damai
Jumat, 27 Februari 2026 | 17:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia mendorong pemerintah Pakistan dan otoritas Afghanistan mengupayakan penyelesaian konflik secara damai untuk mengakhiri perseteruan bersenjata antara kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Luar (Kemenlu) Negeri Indonesia, Vahd Nabyl A Mulachela, menyampaikan Indonesi terus menyerukan langkah deeskalasi yang seharusnya segera diikuti dengan dialog untuk meredakan konflik.
“Indonesia berharap kedua negara bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi,” kata Nabyl di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (27/2/2026).
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memastikan perseteruan bersenjata tidak menimbulkan korban dari kalangan rakyat sipil, mengingat ada warga negara Indonesia (WNI) yang tercatat bermukim di kedua negara.
“Kita juga perlu memperhatikan keselamatan bagi para sipil, begitu pula dengan WNI yang berada di kedua negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Plt. Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemenlu Heni Hamidah, memastikan sejauh ini WNI di Afghanistan dan Pakistan dalam kondisi aman meski sempat terjadi kontak senjata.
“Seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman,” ujarnya.
KBRI Kabul telah mengimbau seluruh WNI di Afghanistan untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan di luar domisili, menghindari area-area pemerintahan dan pusat keramaian, serta terus menjaga komunikasi dengan KBRI. Saat ini, jumlah WNI di Afghanistan tercatat 43 orang, dengan 15 di antaranya merupakan keluarga besar KBRI Kabul.
Sebelumnya, pada pekan laalu Pakistan melancarkan serangan udara ke provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Otoritas Afghanistan menyebut serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pada Kamis (26/2/2026) malam waktu setempat, Afghanistan mengumumkan telah meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan sebagai respons atas pengeboman tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




