Serangan Iran Guncang Pariwisata Dubai
Minggu, 15 Maret 2026 | 11:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah kawasan wisata di Dubai, Uni Emirat Arab, yang biasanya ramai wisatawan kini terlihat jauh lebih sepi dari biasanya. Situasi ini terjadi di tengah dampak meluas dari perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang memengaruhi aktivitas perjalanan di kawasan Timur Tengah.
Beberapa tempat yang biasanya dipadati turis seperti pasar, pantai, hingga kawasan tepi laut kini tampak lengang. Padahal, periode ini biasanya menjadi musim wisata yang sibuk bagi kota tersebut.
Konflik yang melibatkan Iran juga berdampak pada perjalanan udara di kawasan Timur Tengah. Selain itu, serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan sejumlah lokasi di Uni Emirat Arab turut memengaruhi citra negara tersebut sebagai salah satu destinasi paling aman di kawasan.
Akibat situasi tersebut, sejumlah destinasi populer di Dubai mengalami penurunan jumlah pengunjung. Beberapa lokasi yang biasanya ramai turis, seperti kawasan pasar tepi laut Al Seef Waterfront di sepanjang Dubai Creek serta pantai di sekitar hotel mewah Burj Al Arab, terlihat jauh lebih sepi dibandingkan biasanya.

“Pasar, pantai, dan kawasan tepi laut di Dubai yang biasanya dipadati wisatawan kini terlihat tidak seramai biasanya pada musim wisata yang biasanya sibuk,” tulis AP dalam laporan terbarunya, dikutip Minggu (15/3/2026).
Sejumlah foto yang ditampilan AP juga menunjukkan suasana pasar yang hampir kosong, teras restoran yang lengang, hingga pantai yang hanya didatangi sedikit pengunjung. Kondisi tersebut mencerminkan dampak konflik regional yang mulai dirasakan oleh sektor pariwisata Dubai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




