ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Benarkah PM Israel Netanyahu Tewas Diserang Iran? Cek Faktanya

Senin, 16 Maret 2026 | 12:15 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Orang-orang membakar gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama protes terhadap Israel dan AS, di Istanbul, Jumat, 13 Maret 2026.
Orang-orang membakar gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama protes terhadap Israel dan AS, di Istanbul, Jumat, 13 Maret 2026. (AP Photo/Francisco Seco)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu gelombang spekulasi di media sosial. Nama Netanyahu menjadi perbincangan luas setelah muncul rumor yang menyebut perdana menteri Israel itu telah tewas akibat serangan Iran.

Isu tersebut menyebar cepat di berbagai platform, terutama di X, bersamaan dengan beredarnya potongan video pidato yang dituduh sebagai hasil kecerdasan buatan.

Rumor ini berkembang di tengah konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang semakin memanas. Berbagai unggahan viral memicu pertanyaan publik mengenai kebenaran kabar tersebut.

ADVERTISEMENT

Lalu, benarkah Netanyahu telah meninggal dunia? Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut penjelasan berdasarkan fakta yang terungkap:

Asal Mula Rumor Kematian Netanyahu

Isu mengenai kematian Netanyahu bermula dari unggahan yang viral di platform X. Dalam unggahan tersebut, sejumlah pengguna internet mengeklaim bahwa video pidato terbaru Netanyahu merupakan rekaman palsu yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Spekulasi tersebut dipicu oleh tangkapan layar dari video konferensi pers yang memperlihatkan hal yang dianggap janggal. Pada gambar yang beredar luas, tangan Netanyahu tampak memiliki enam jari. Detail ini kemudian memunculkan dugaan bahwa video tersebut merupakan deepfake yang gagal menyempurnakan bentuk anatomi manusia.

Perbincangan mengenai hal tersebut pun cepat menyebar di berbagai akun media sosial. Bahkan akun gosip populer @lambe_turah ikut membahas isu tersebut.

Dalam salah satu unggahan yang beredar pada Sabtu (14/3/2026), disebutkan bahwa warganet di X menilai video pidato Netanyahu sebagai produk AI karena jumlah jarinya terlihat enam.

Padahal, berdasarkan berbagai rekaman lain, Netanyahu memiliki lima jari pada masing-masing tangannya seperti manusia pada umumnya. Namun kemunculan potongan video yang dianggap menunjukkan enam jari tersebut memicu dugaan bahwa rekaman itu merupakan video AI.

Unggahan tersebut kemudian memicu spekulasi lebih jauh. Sebagian pengguna media sosial bahkan menyimpulkan bahwa kejanggalan pada video itu menandakan Netanyahu sebenarnya sudah meninggal dunia.

Bantahan Resmi dari Kantor Netanyahu

Kantor Perdana Menteri Israel secara tegas membantah rumor yang menyebut Netanyahu telah tewas dalam serangan Iran. Menanggapi pertanyaan dari koresponden Anadolu Agency, pihak kantor perdana menteri menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.

"Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri dalam keadaan baik," demikian pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (14/3/2026).

Kantor berita Anadolu Agency di Turki juga melakukan penelusuran terkait rumor tersebut. Melalui korespondennya di Tel Aviv, Anadolu menghubungi otoritas Israel untuk meminta klarifikasi mengenai kabar kematian Netanyahu yang ramai dibicarakan di media sosial.

Hasilnya, otoritas Israel kembali menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar.

"Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah klaim-klaim di media sosial yang menyatakan bahwa ia telah tewas dalam serangan Iran," demikian laporan Anadolu Agency pada Minggu (15/3/2026).

Selain bantahan resmi dari kantor perdana menteri, seorang pejabat senior pemerintah Israel juga memberikan keterangan terkait kondisi Netanyahu.

Pejabat tersebut menyatakan bahwa ia bertemu langsung dengan Netanyahu pada Minggu dan memberikan pengarahan secara tatap muka.

Pertemuan tersebut menjadi bukti tambahan bahwa Netanyahu masih dalam kondisi baik.

Ancaman dari Iran terhadap Netanyahu

Pada sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa militer Iran akan terus memburu Netanyahu. Bahkan mereka menyampaikan janji untuk membunuh pemimpin Israel tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Pada saat yang sama, berbagai pihak juga mempertanyakan keberadaan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Ia belum terlihat di hadapan publik sejak menggantikan ayahnya.

Ayahnya, Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir empat dekade, dilaporkan tewas dalam serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap ibu kota Iran pada 28 Februari 2026.

Israel juga menyatakan akan menargetkan pemimpin tertinggi baru Iran serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengangkatannya.

Berdasarkan berbagai fakta yang tersedia, klaim yang menyebut Netanyahu telah tewas akibat serangan Iran tidak terbukti benar. Rumor tersebut bermula dari potongan video yang dianggap menampilkan enam jari serta tangkapan layar palsu yang beredar di media sosial.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

INTERNASIONAL
Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

INTERNASIONAL
China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL
Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

INTERNASIONAL
Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

INTERNASIONAL
Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon